Kriminolog Ikut Angkat Bicara soal Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Singgung Reputasi Polisi

Kasus Tuti dan Amalia ini merupakan jenis pembunuhan berencana yang sudah direncanakan secara matang dan melibatkan banyak pelaku

Editor: AbdiTumanggor
INSTAGRAM
Foto-foto Amelia Mustika Ratu yang telah dihapus dari akun instagram-nya setelah jasadnya ditemukan. 

TRIBUN-MEDAN.COM -- Kasus kematian ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, masih belum terungkap hingga saat ini.

Sudah 17 hari berlalu sejak Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (24) ditemukan tewas mengenaskan di dalam bagasi mobil Alphard, Rabu (18/8/2021) pagi, di kediaman mereka di Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Lamanya pengungkapan kasus ini memunculkan pertanyaan dari Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad), Yesmil Anwar.

Bahkan ia menduga kalau kasus ini merupakan pembunuhan berencana.

Polisi pun telah melakukan rekonstruksi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Yosef, suami dan ayah korban.

Bahkan istri muda Yosef, Mimin, juga sudah dua kali diperiksa oleh polisi.

Kedua korban bernama Tuti Suharti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) tewas bersimbah darah dalam bagasi mobil di halaman rumahnya. Ibu-anak itu korban pembunuhan. Mereka dihabisi pelaku dengan kayu penggilasan pakaian. Mobil bernomor polisi D-1890-FY itu milik korban. Sang suami sekaligus ayah korban yang pertama kali menemukan dua jasad itu pada Rabu (18/8/2021) pagi.
Kedua korban bernama Tuti Suharti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) tewas bersimbah darah dalam bagasi mobil di halaman rumahnya. Ibu-anak itu korban pembunuhan. Mereka dihabisi pelaku dengan kayu penggilasan pakaian. Mobil bernomor polisi D-1890-FY itu milik korban. Sang suami sekaligus ayah korban yang pertama kali menemukan dua jasad itu pada Rabu (18/8/2021) pagi. (TRIBUNNEWS.COM)

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengurai fakta terbaru perihal TKP pembunuhan Tuti dan Amalia.

Diakui polisi, kondisi TKP sangat rapi.

"Kita sangat membutuhkan waktu (untuk mengungkap). Karena di TKP sendiri, kita akui bahwa itu memang sangat rapi, kejadian itu sangat rapi. Kita mencari pembuktian itu bukan di TKP saja, tapi kita menarik mundur perkiraan waktu berdasarkan kematian kedua korban tersebut," akui Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube TV One, Kamis (2/9/2021).

Senada, Kriminolog Yesmil Anwar juga mengatakan ada faktor X yang perlu ditelusuri dan diperhatikan, selain keterangan saksi dan temuan dugaan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Faktor X tersebut, ujar Yesmil, kemungkinan saling berkaitan antara keterangan saksi dan kondisi korban semasa hidup.

"Sebenarnya saya juga agak mempertanyakan, karena beberapa waktu lalu, polisi dengan lantang menyatakan bahwa ini merupakan kriminal murni, tapi kok begini lama pengungkapan kasusnya," kata dia.

Hal itu pun memunculkan pertanyaan besar publik.

"Maka kita pun bertanya-tanya apakah ada faktor x atau hambatan-hambatan yang dapat mengganggu jalannya penyelidikan di lapangan," ujarnya, Jumat (3/9/2021), dikutip dari TribunJabar.

2 Temuan Baru Pembunuhan Subang Tuti & Amalia, Anjing Pelacak Endus Jejak Pelaku 500 Meter dari TKP
2 Temuan Baru Pembunuhan Subang Tuti & Amalia, Anjing Pelacak Endus Jejak Pelaku 500 Meter dari TKP (Youtube channel Kompas tv)
Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved