BPBD Karo Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem, Minta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah 

Melihat perubahan cuaca ini dapat menimbulkan potensi bencana, BPBD Karo juga meminta kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Warga mengevakuasi barang miliknya yang terkena banjir bandang di Desa Lau Pengulu, Kecamatan Mardingding, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Melihat perubahan cuaca ini dapat menimbulkan potensi bencana, BPBD Karo juga meminta kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Baca juga: Teddy Suami Mendiang Lina Jubaedah Mengaku Syok setelah Dikabarkan Meninggal karena Corona

"Di masa perubahan cuaca ini kita minta warga waspada terhadap bahaya bencana yang dapat terjadi. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kita imbau warga mengurangi aktivitas di luar," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Peranginangin, Rabu (25/8/2021). 

Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan informasi tentang adanya perubahan cuaca ekstrem.

Dari informasi yang ada, diketahui perubahan cuaca ekstrem ini menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga deras dan disertai petir. 

Menanggapi hal ini, Natanail kembali menjelaskan jika adanya cuaca ekstrem dapat berpotensi menimbulkan bencana seperti tanah longsor dan banjir.

Dirinya mengatakan, seperti diketahui daerah Kabupaten Karo yang memiliki topografi wilayah berbukit, sehingga dengan tingginya curah hujan akan dapat berpotensi longsor. 

Baca juga: Tangani Banjir di Empat Aliran Sungai, Pemko Medan Siapkan Anggaran Rp 45 Miliar

"Sebagaimana kita tau, sebagian besar wilayah di Kabupaten Karo berbukit sehingga ditakutkan akan berpotensi timbulnya longsor. Untuk itu, kita minta kepada masyarakat yang tinggal di daerah dengan kontur wilayah berbukit, untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya. 

Ketika ditanya mengenai wilayah mana saja yang berpotensi untuk terjadinya longsor, Natanail menjelaskan sebagian besar wilayah Kabupaten Karo memiliki topografi sama.

Namun, berdasarkan catatan yang ada selama ini jika longsor cukup sering terjadi di wilayah Kecamatan Berastagi, Kecamatan Barusjahe, Kecamatan Merek, hingga Kecamatan Mardingding. 

Selain itu, potensi bencana yang dapat terjadi jika memasuki curah hujan yang tinggi salah satunya ialah banjir lahar dingin dari aliran sungai yang berhulu dari Gunung Sinabung.

Dengan kondisi ini, Natanail juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. 

"Ini juga salah satu potensi bencana yang dapat timbul, kami juga meminta kepada masyarakat agar selalu waspada," ucapnya. 

Baca juga: Inilah Daftar Kekayaan Tommy Soeharto, Kini Ditagih Utang Rp 2,6 Triliun Tragedi BLBI

Mengingat beberapa waktu terakhir juga terjadi banjir lahar dingin hingga meluap ke jalan, Natanail menjelaskan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiagakan alat berat.

Dirinya mengatakan, sejak kemarin alat berat yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo, tetap bersedia di sekitar aliran sungai.

Sehingga, jika sewaktu-waktu kembali terjadi kondisi serupa, maka proses penanganannya akan cepat dilakukan.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved