Pemimpin Taliban Paling Kejam, Diburu Amerika 20 Tahun, Kini jadi Penguasa Kota Kabul, Ini Janjinya
Khalil Ur-Rahman Haqqani: Jika kita bisa mengalahkan negara adidaya (Soviet dan Amerika), pasti kita bisa memberikan keamanan pada rakyat Afghanistan
TRIBUN-MEDAN.COM - Khalil Ur-Rahman Haqqani atau Khalil Rahman Haqqani, pemimpin militer Taliban yang dikenal paling kejam dan sadis, kini ditunjuk pemimpin tertinggi Taliban sebagai penjaga keamanan Kota Kabul.
Khalil Ur-Rahman Haqqani masuk dalam daftar buron Amerika sejak Februari 2011, dan hingga saat ini namanya masih berada dalam daftar teroris PBB.
Nyawanya dihargai 5 juta dolar AS atau sekitar Rp 72 miliar.
Sedangkan Sirajuddin Haqqani yang diyakini berusia akhir 40-an atau awal 50-an dihargai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 144 miliar.
Khalil Ur-Rahman Haqqani bersama keponakannya, Sirajuddin Haqqani (putra dari komandan mujahidin terkemuka Jalaluddin Haqqani) menjadi tokoh penting jaringan Haqqani yang punya kekuasaan besar dalam militer Taliban.
Analis barat menyebut Faksi Haqqani punya otonomi khusus di tubuh Taliban, dan dianggap faksi terkuat dan terbesar dalam tubuh Taliban yang kini menguasai Afghanistan.
Setelah ditunjuk menjadi penguasa Kabul, kini Khalil Ur-Rahman Haqqani berada di Kabul.
Penampilan publik perdana Khalil Ur-Rahman Haqqani adalah menjadi menjadi imam sholat Jumat di masjid terbesar di Kabul, Masjid Pul-i-Khishti yang berkubah biru, Jumat 20 Agustus 2021.
Sedangkan keponakannya Anas Haqqani (saudara Sirajuddin Haqqani), bertemu Abdullah Abdullah - kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan dan mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, pekan lalu.
Dalam wawancara eksklusif dengan Aljazeera, Minggu 22 Agustus 2021, Khalil Ur-Rahman Haqqani, yang kini menjadi penguasa Kota Kabul, mengklaim "semua warga Afghanistan" harus merasa aman di bawah Imarah Islam mereka, dan bahwa "amnesti umum" telah diberikan di seluruh provinsi negara itu.
Khalil Ur-Rahman Haqqani mengatakan bahwa Taliban sedang bekerja untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di negara yang telah dilanda perang selama lebih dari empat dekade.
“Jika kita bisa mengalahkan negara adidaya (Soviet dan Amerika), pasti kita bisa memberikan keamanan kepada rakyat Afghanistan,” kata tokoh yang juga veteran perang Afghanistan-Soviet.
Pernyataan Khalil Ur-Rahman Haqqani muncul di tengah berjubelnya warga Afghanistan di Bandara Kabul yang meminta dievakuasi ke luar negeri.
Khalil Ur-Rahman Haqqani bersikeras bahwa orang tidak perlu takut dengan Taliban.
“Permusuhan kami adalah dengan pendudukan. Ada kekuatan super yang datang dari luar untuk memecah belah kami. Mereka memaksakan perang kepada kami. Kami tidak memiliki permusuhan dengan siapa pun, kami semua orang Afghanistan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/khalil-ur-rahman-haqqani.jpg)