Stop Swab Antigen Sendiri di Rumah! Jika Masih Nekat, Risiko Fatal Ini Dapat Mengancam Hidupmu

Enggan melakukan swab antigen bersama tim medis atau ahlinya, ada masyarakat yang berani melakukan aksi tersebut secara mandiri.

Editor: AbdiTumanggor
Tribun Medan/Rechtin Hani
Ilustrasi melakukan swab antigen. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Belakangan ini, tindakan tes swab antigen secara mandiri banyak dilakukan oleh masyarakat. Rupanya, swab antigen mandiri di rumah justru berbahaya, lho.

Mengutip dari Kompas.com, larangan tersebut disampaikan oleh epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

"Nggak sembarangan begitu. Jika seperti itu, wajar jika banyak yang false positive atau false negative. Ini kesalahan yang mendasar dari teknik atau pemahaman pemeriksaan penunjang," ujar Dicky Budiman.

Namun sejauh ini, masih ada saja masyarakat yang nekat melakukan swab antigen secara mandiri.

ILUSTRASI SWABTES ANTIGEN.
ILUSTRASI SWABTES ANTIGEN. (Freepik)

Lantas, apa saja dampak negatif yang dapat membahayakan diri sendiri jika nekat swab antigen sendiri?

1. Sakit dan patah

Mengutip dari GridHealth.ID, apabila swab antigen dibantu oleh tim medis, tentu risiko sakit dapat diminimalisir.

Pasalnya, tim medis atau ahlinya tentu sudah mengetahui struktur rongga hidung.

Kalau kamu nekat melakukan swab antigen sendiri di rumah, kesakitan luar biasa dapat terasa, lho.

Selain itu, risiko berikutnya adalah patahnya tangkai yang digunakan untuk swab antigen.

Jika salah memasukkan tangkai swab antigen dan terkena mukosa, maka risiko putus dapat terjadi.

Pendarahan pada hidung atau epistaksis pun tidak dapat dihindari jika kita salah memasukkan tangkai swab antigen.

Alhasil, risiko fatal dari efek samping epistaksis pun dapat terjadi jika salah swab antigen.

Iustrasi menjalani swabtes.
Iustrasi menjalani swabtes. (TRIBUN MEDAN/ANIL)

2. Kesalahan hasil pemeriksaan

Tidak hanya sakit dan pendarahan, orang awam pasti kurang paham soal pemeriksaan yang tepat.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved