MUNDUR dari Komisaris Garuda, Yenny Wahid Beber Utang Garuda Bertambah Rp 1 Triliun tiap Bulan
pandemi Covid-19 membuat pendapatan Garuda menurun drastis, sementara biaya-biaya untuk operasional maupun bayar utang masih sangat tinggi
TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal Yenny Wahid mengungkap beban keuangan maskapai berpelat merah di tengah pandemi, hingga utang bertambah Rp 1 triliun setiap bulan.
Hal tersebut disampaikan Yenny Wahid dalam akun Youtube miliknya Yenny Wahid Official, yang diunggah beberapa jam sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia pada Jumat (13/8/2021) sore.
Menurutnya, pandemi Covid-19 membuat pendapatan Garuda menurun drastis, sementara biaya-biaya untuk operasional maupun bayar utang masih sangat tinggi.
"Sejak pandemi, utangnya tambah lagi. Setiap bulan, bahkan ada penambahan utang Rp1 triliun seiring dengan penundaan pembayaran dan minusnya pendapatan Garuda setiap bulan," kata Yenny Wahid dalam akun Youtube-nya yang dikutip Sabtu (14/8/2021).
Berdasarkan catatan, kata Yenny Wahid, pendapatan Garuda pada Mei 2021 mengalami minus 60 juta dolar atau setara Rp 860 miliar.
Baca juga: JADWAL LIGA ITALIA Sampdoria vs AC Milan, Inter Milan dan Juventus Bertanding
"Saat bersamaan, Garuda mesti harus membayar sewa pesawat sebesar 56 juta dolar AS, biaya perawatan pesawat 20 juta dolar AS, avtur 20 juta dolar AS, dan biaya pegawai 20 juta dolar AS," ucapnya.
Beban keuangan yang berat pada saat ini, Yenny mengibaratkan Garuda seperti memiliki komorbid atau penyakit bawaan, dan ketika dihantam pandemi Covid-19 langsung parah kondisinya.
Penyakit bawaan yang diderita Garuda sejak lama, dicontohkan Yenny yaitu pengadaan pesawat yang bermasalah dan dampaknya dirasakan sampai sekarang.
"Ada beberapa pesawat yang kita miliki sebenarnya tidak cocok untuk perusahaan. Sehingga merugi ketika pesawat diterbangkan, dan masalahnya biaya yang menyangkut pesawat adalah biaya terbesar Garuda. Jadi efeknya masih terasa sampai sekarang," paparnya.
"Tidak gampang negosiasi dengan lessor, karena ini uang miliaran rupiah, ratusan miliar. Jadi mereka juga akan alot," sambung Yenny.
Sebelumnya,
Yenni Wahid memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero).
Hal ini disampaikan Yenny dalam akun sosial medianya, di instgram @yennywahid dan Youtube Yenny Wahid Official.
"Saya datang ke kementerian BUMN untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya dari Garuda Indonesia maskapai kebanggan kita semua," ujarnya dalam video di akun Youtube Yenny Wahid Official, Jumat (13/8/2021).
Sektor aviasi adalah salah satu lini usaha yang terdampak parah akibat pandemi Covid-19.
Yenny menyebut, upaya ini dilakukan agar Garuda dapat melakukan efisiensi biaya sehingga dapat menyelamatkan perusahaan dari jurang kebangkrutan akibat pandemi Covid-19.
"Memang sedih sekali, tapi ini adalah upaya kecil saya untuk membantu Garuda agar bisa melakukan efisiensi biaya dan menekan biaya-biaya yang mungkin selama ini terus membebaninya," kata dia.
Yenny mengaku sudah jatuh cinta dengan Garuda Indonesia walaupun awalnya ia sempat enggan masuk ke perusahaan tersebut.
"Walaupun awalnya saya agak setengah segan untuk masuk ke Garuda Indonesia, tapi ternyata ketika di dalam malah jatuh cinta, walaupun masalahnya seabrik-abrik", tuturnya.
Baca juga: JADWAL LIGA ITALIA Sampdoria vs AC Milan, Inter Milan dan Juventus Bertanding
• BERITA KKB PAPUA, Muncul Panglima OPM Baru Berpangkat Brigjen Paling Dicari Aparat TNI-Polri
(Tribunnews.com/Kompas TV)
• BERITA KKB PAPUA, Muncul Panglima OPM Baru Berpangkat Brigjen Paling Dicari Aparat TNI-Polri
Baca Selanjutnya: Utang garuda
Baca Selanjutnya: Garuda indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yenny-wahid-beber-utang-garuda.jpg)