KKB Papua

BERITA KKB PAPUA, Muncul Panglima OPM Baru Berpangkat Brigjen Paling Dicari Aparat TNI-Polri

Pentolan KKB Papua bersama anak buahnya masih saja berkeliaran di bumi Papua melakukan aksi kriminal di Tanah Papua.

Editor: Salomo Tarigan
UCA News
KKB Papua 

TRIBUN-MEDAN.com - Pentolan KKB Papua bersama anak buahnya masih saja berkeliaran di bumi Papua melakukan aksi kriminal di Tanah Papua.

Salah satunya yang paling dicari saat ini adalah Fernando Worabai.

Baca juga: Resep Ginger Drink dan Cara Membuatnya, Minuman Hangat Untuk Bikin Badan Jadi Rileks Kembali

Dia adalah panglima OPM yang jadi pimpinan KKB Papua di Kepulauan Yapen.

Melansir dari tribratanews.polri.go.id, Fernando Worabai mengangkat dirinya menjabat sebagai Panglima Komando Militer wilayah II Saireri yang berpangkat Brigjen.

Berdasarkan informasi yang diterima menyebutkan kelompok ini berafiliasi dengan kelompok TPNPB di wilayah lain.

Fernando Cs juga beberapa kali termonitor melakukan latihan Militer dengan versi mereka.

Setelah melakukan identifikasi,

anggota KKB Papua Fernando Worabai yang telah masuk dalam DPO ada sebanyak 10 orang.

Dan di luar itu ada simpatisan maupun pengikutnya sekitar 25 sampai 30 orang, serta memiliki sekitar 12 sampai 15 pucuk senjata api laras panjang rakitan dan 1 pucuk senjata api organik standar TNI-Polri.

Baca juga: Resep Ginger Drink dan Cara Membuatnya, Minuman Hangat Untuk Bikin Badan Jadi Rileks Kembali

KKB Papua ini berusaha merekrut masyarakat yang belum paham kamtibmas.

Kegiatan kriminal yang mereka lakukan sudah berulang kali terjadi.

Pria yang Ditangkap Densus 88 Antiteror di Medan Johor Kurang Dikenal Tetangga

Motifnya adalah menunjukkan eksistensi keberadaan kelompok ini yang menganggap dirinya bagian dari gerakan perlawanan dalam memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Diketahui, Polri melakukan kegiatan penegakan hukum di Kampung Sasawa Distrik Yapen Barat Kabupaten Kepulauan Yapen, sekitar pukul 10.30 WIT pada hari Jumat (6/8/2021).

Dijelaskan oleh Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi, bahwa kegiatan penegakan hukum tersebut berdasarkan hasil analisa dan laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.

"Tindakan atau kejadian itu telah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi termasuk juga hasil monitoring jaringan tertutup.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved