Pascabanjir Lahar Dingin, BPBD Karo Lakukan Normalisasi di Jalur Laharan Gunung Sinabung
Di lokasi ini, juga terlihat alat berat berupa excavator yang masih bersedia usai dipakai untuk normalisasi.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pasca banjir lahar dingin yang terjadi pada Jumat (13/8/2021) dini hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, lansung melakukan normalisasi aliran laharan Gunung Sinabung.
Diketahui, normalisasi ini dilakukan karena pada malam tadi material laharan sempat meluap ke atas jembatan hingga menghambat arus lalu lintas.
Amatan www.tribun-medan.com, di aliran sungai yang ada di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, terlihat material laharan sudah tidak lagi menutupi jalan.
Di lokasi ini, juga terlihat alat berat berupa excavator yang masih bersedia usai dipakai untuk normalisasi.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Peranginangin, usai menerima adanya banjir lahar dingin di kawasan Desa Sukatendel ini, pihaknya lansung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo.
Dirinya mengatakan, koordinasi ini untuk menyiagakan alat berat untuk keperluan normalisasi.
Baca juga: Greysia Polii Jual Sepatu ke Presiden Jokowi Seharga Rp 1.1 Juta
"Pasca banjir lahar dingin yang terjadi tadi malam, kita lansung berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menyiagakan alat berat di lapangan," ujar Natanail.
Natanail menjelaskan, setelah alat berat berada di lokasi pihaknya lansung melakukan normalisasi jalan dan
aliran sungai yang penuh dengan material laharan. Dirinya mengatakan, proses normalisasi mulai dilakukan sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi.
"Pagi tadi lansung kita lakukan normalisasi, yang utama kita lakukan normalisasi jalan dulu, kemudian aliran sungai," katanya.
Pria berkacamata ini mengatakan, dari adanya banjir lahar dingin malam tadi sempat mengganggu arus lalu lintas atas Kecamatan Tiganderket dangan Kecamatan Payung.
Pasalnya, material yang terbawa bajir ini meluap hingga menutupi jembatan utama jalan penghubung antar kecamatan ini.
Bahkan, arus lalu lintas terganggu selama delapan jam dan membuat pengendara terpaksa mencari jalur alternatif.
Baca juga: Petisi Ayu Ting Ting Tembus 113 Ribu, Wendy Cagur Angkat Bicara hingga Sebut Bocah Depok!
"Dari banjir lahar dingin mengakibatkan jalur transportasi sempat terputus selama delapan jam," ucapnya.
Lebih lanjut, Natanail menjelaskan jika alat berat yang sudah berada di lokasi ini akan tetap disediakan untuk menghindari hal serupa kembali terjadi.
Dirinya mengatakan, nantinya jika kembali terjadi lahar dingin sehingga meluap, penanganan akan mudah dilakukan.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengendara-melintas-di-jembatan-sungai-yang-dilintasi-jalur-lahar-dingin.jpg)