Nama Puan Maharani Diubah di Wikipedia, Reaksi PDI Perjuangan, Baliho hingga Kesiapan Pilpres 2024

Data diri atau profil Ketua DPR RI Puan Maharani di situs Wikipedia diubah oleh oknum tak bertangung jawab. 

Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan
Profil Puan Maharani di Wikipedia Diubah Menjadi Ketua Dewan Pengkhianat Rakyat 

TRIBUN-MEDAN.com - Data diri atau profil Ketua DPR RI Puan Maharani di situs Wikipedia diubah oleh oknum tak bertangung jawab. 

Berdasarkan penelusuran Tribunnews di situs Wikipedia Indonesia, Rabu (11/8/2021), tertulis nama lengkap Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu Puan Maharani Chicago Bulls. 

Padahal nama lengkap cucu proklamator RI itu adalah Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi. 

Selain itu, jabatan Puan Maharani di situs tersebut tertulis sebagai Ketua Dewan Pengkhianat Rakyat Republik Indonesia periode 2019-2024. 

Menanggapi hal itu, politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menegaskan bangsa Indonesia tak boleh menebar benih perpecahan. 

Apalagi saat ini seluruh elemen tengah fokus dalam penanganan pandemi Covid-19. 

"Jangan habiskan energi untuk selebrasi para pecundang peradaban, yaitu mereka yang sukanya mengumbar kedengkian, iri hati dan benih-benih perpecahan," kata Hendrawan kepada Tribunnews.

Tunjukkan Kesiapan Ditunjuk Maju Pilpres 2024

Sebelumnya diberitakan, baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani terpasang di sejumlah titik di Jawa Timur.

Baliho tersebut dinilai sebagai pertanda menuju bursa Pemilihan Presiden 2024.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP Utut Adianto menilai wajar adanya baliho tersebut.

Menurutnya, hal itu juga bermakna kesiapan Puan jika ditunjuk maju dalam Pilpres 2024.

"Kalau baliho Mbak Puan di Jawa Timur ya, pertama Mbak Puan kan Ketua DPP bidang politik."

"Ini menunjukkan kesiapan beliau, kalau beliau memang ditunjuk (maju pilpres), (sekaligus) juga pengenalan," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Ketua Fraksi PDIP itu mengatakan, Jatim merupakan satu di antara provinsi dengan populasi banyak, sehingga pemasangan baliho Puan di Jatim merupakan hal yang tepat.

Demikian juga di daerah lain, misalnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved