Amerika Semakin Waspada setelah Bersatunya Kekuatan Militer China dan Rusia
Ellwood menyoroti bahwa Barat perlu segera memutuskan bagaimana akan berurusan dengan China karena mereka berupaya untuk memperluas pengaruhnya.
Tak hanya soal kekuatan militer, China juga unjuk kehebatan dengan ekonomi mereka yang melonjak drastis.
TRIBUN-MEDAN.COM - China dan Rusia dilaporkan semakin terang-terangan bekerja sama.
Dan hubungan China dan Rusia ini menjadi tantangan besar bagi Barat.
Hal itu disampaikan Ketua Komite Pemilihan Pertahanan House of Commons, Tobias Ellwood.
Dalam wawancara dengan express.co.uk pada Kamis (5/8/2021), ia mengklaim dukungan ini dapat membuat China menjadi lebih percaya diri.
Melalui kepercayaan ini, mereka dapat menjadi lebih agresif dan berani untuk menyerang negara-negara kecil lainnya dalam membuat klaim.
Baca juga: Gegara Bela Taiwan, China Ancam Ratakan Jepang dengan Senjata Nuklir, Dibagi dengan Rusia
Ellwood menyoroti bahwa Barat perlu segera memutuskan bagaimana akan berurusan dengan China karena mereka berupaya untuk memperluas pengaruhnya.
"Ini adalah ujian nyata bagi Barat, jika sampai ke titik konflik militer," kata Ellwood.
“Konteks di mana kemajuan militer China telah sangat baik. Mereka sekarang memiliki angkatan bersenjata terbesar, dengan jumlah yang sangat banyak."
"Angkatan Laut mereka tumbuh seukuran Angkatan Laut Inggris setiap tahun."
"Bahkan mereka sedang mengembangkan jet cepat generasi kelima dan juga membangun kapal induk."
"Terakhir mereka juga bekerja sama dengan Rusia yang dengan sendirinya merupakan tontonan lain dalam tantangan yang kita hadapi."
Kekuatan duet militer China, Rusia, dan Korea Utara. Amerika semakin waspada. (defencelover.in)
Baca juga: China Kirim Minyak Sulingan 587 Ton ke Korut, AS: Bahaya, Bangun Senjata Nuklir, Kimia dan Biologi
Baca juga: MEMANAS, Korea Utara Uji Coba Rudal Tantang Terbuka Amerika Serikat
Baca juga: Ada Apa? Kim Jong Un Mendadak Perintahkan Tentaranya Siap-siap, Militer China-Rusia Telah Bergabung
Ellwood menjelaskan lebih detail tentang apa arti kerja sama Rusia dan China bagi Barat.
"Kerja sama ini telah memberi China otoritas, kepercayaan diri untuk mulai menetapkan standar dan aturan mereka sendiri."
"Termasuk soal Nine Dash Line atau Sembilan Garis Putus-putus di Laut China Selatan."
"Mereka telah membuat klaim atas Kepulauan Spratly dan wilayah lain misalnya."
Tak hanya soal kekuatan militer, China juga unjuk kehebatan dengan ekonomi mereka yang melonjak drastis.
Contohnya apa yang terjadi di Jibuti, Sri Lanka, dan Kenya.
“Ini semua karena ada kesepakatan perdagangan yang mahal, program satu jalur satu jalan China."
"Cara China untuk memanfaatkan utang dari mereka yang berutang kepada mereka adalah dengan membuat kesepakatan, memungkinkan kemajuan kemampuan militer mereka."
Baca juga: Sebanyak 10.000 Militer China dan Rusia Gelar Latihan Gabungan Besar-besaran, Bagaimana Reaksi AS?
Diketahui, kerja sama antara China dan Rusia bermula ketika pasukan Rusia tiba di China awal pekan ini. Kedua negara berencana mengadakan latihan militer strategis untuk pertama kalinya.
Latihan tersebut dikatakan untuk menjaga keamanan dan stabilitas regional serta mengamankan hubungan baik antara Beijing dan Moskow.
Latihan direncanakan berlangsung selama lima hari, berlangsung dari 9 hingga 13 Agustus 2021.
(*/Tribun-Medan.com/ Intisari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/putin-dan-xi-jinping.jpg)