Amerika Semakin Waspada setelah Bersatunya Kekuatan Militer China dan Rusia

Ellwood menyoroti bahwa Barat perlu segera memutuskan bagaimana akan berurusan dengan China karena mereka berupaya untuk memperluas pengaruhnya.

Editor: AbdiTumanggor
Pavel Golovkin/Pool via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. 

"Mereka telah membuat klaim atas Kepulauan Spratly dan wilayah lain misalnya."

Tak hanya soal kekuatan militer, China juga unjuk kehebatan dengan ekonomi mereka yang melonjak drastis.

Contohnya apa yang terjadi di Jibuti, Sri Lanka, dan Kenya.

“Ini semua karena ada kesepakatan perdagangan yang mahal, program satu jalur satu jalan China."

"Cara China untuk memanfaatkan utang dari mereka yang berutang kepada mereka adalah dengan membuat kesepakatan, memungkinkan kemajuan kemampuan militer mereka."

Baca juga: Sebanyak 10.000 Militer China dan Rusia Gelar Latihan Gabungan Besar-besaran, Bagaimana Reaksi AS?

Diketahui, kerja sama antara China dan Rusia bermula ketika pasukan Rusia tiba di China awal pekan ini. Kedua negara berencana mengadakan latihan militer strategis untuk pertama kalinya.

Latihan tersebut dikatakan untuk menjaga keamanan dan stabilitas regional serta mengamankan hubungan baik antara Beijing dan Moskow.

Latihan direncanakan berlangsung selama lima hari, berlangsung dari 9 hingga 13 Agustus 2021.

(*/Tribun-Medan.com/ Intisari)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved