Bobby Nasution Tegaskan 41 Pukesmas Fokus untuk Laksanakan Vaksinasi Dosis Kedua

WALI Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama diharapkan tenang karena keterlambatan vaksinasi

Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan, tidak ada keterlibatan Pemko Medan dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut Jalan Willem Iskandar (Pancing) yang berakhir dengan ricuh, Selasa (3/8). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - WALI Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama diharapkan tenang karena keterlambatan vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Hal ini disampaikannya di Balai Kota Medan beberapa waktu lalu. 

Ia menambahkan, keterlambatan dosis kedua sampai dua pekan dari jadwal yang sudah ditentukan tidak akan menggagalkan vaksinasi dan tidak harus mengulang dari dosis awal. Adapun penyebab keterlambatan dikarenakan jumlah vaksin yang terbatas sehingga vaksinasi tahap kedua tertunda dari jadwal yang ditentukan. 

“Kita harapkan masyarakat tenang dan bisa mengerti, vaksinasi dosis kedua  yang terlambat satu hari, dua hari hingga sampai dua Minggu dari jadwal yang seharusnya dilakukan penyuntikan kembali tidak menggagalkan vaksinasi dan tidak harus mengulang dari awal. Keterlambatan ini akan terus kami perbaiki, sebab jumlah vaksin yang didapatkan masih terbatas,” katanya. 

Selain itu, kata dia, saat mengikuti rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan telah disampaikan masalah kekurangan vaksin. Sehingga, tidak sedikit warga Kota Medan terlambat mengikuti vaksinasi tahap kedua dari jadwal yang harus dilakukan. 

Beberapa waktu lalu, Pemko Medan telah mendapatkan sekitar 10.000 vial vaksin. Sedangkan  vaksin yang dibutuhkan dari dosis satu sampai dua dibutuhkan 150.000 vial, artinya ada kekurangan sekitar 140.000 vaksin lagi.

“Kita akan terus mintakan kepada Menteri Kesehatan, mudah-mudahan dalam Minggu pertama sampai Minggu kedua  bulan ini, vaksin bisa stabil kembali,” ujarnya. 

Ia menambahkan, vaksin Covid-19 akan segera diturunkan berjumlah 70 juta dosis yang akan disebar ke seluruh Indonesia termasuk Kota medan. Maka dari itu, warga Kota Medan akan mendapatkan vaksin sesuai kebutuhan. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, warga Kota Medan yang sudah divaksin mencapai  21,5 % dari 1,9 juta jiwa jumlah total warga. Namun dari jumlah tersebut, ada sekitar 151.000 warga yang harus mengikuti vaksinasi dosis kedua.

“Kami akan mengupayakan terus dan minta kepada pemerintah pusat agar segera menurunkan vaksin, sebab kami faham masyarakat saat ini sangat membutuhkan vaksin dosis kedua tersebut,” katanya. 

Di kesempatan itu Bobby Nasution  menjelaskan, Pemko Medan mendapat vaksin sebanyak 10.000 vial, sebelumnya hanya diberikan vaksin 5.000  vial.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Wagubsu, saya minta tolong agar ditambahkan lagi 5.000 vial karena kebutuhan Kota Medan sangat mendesak sekali. Sebenarnya kebutuhan kita di atas 10.000 vial,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, vaksin yang masuk ke Sumut sebanyak 130.000 vial, sedangkan jatah untuk Pemprov Sumut 51.000 vial, sedangkan sisanya dibagikan untuk TNI/Polri serta BUMN. Dari vaksin 51.000 tersebut, jeklasnya, Kota Medan mendapat vaksin sebanyak 10.000 vial. Oleh karenanya, Pemko Medan membatasi vaksinasi dosis pertama  dan fokus melakukan vaksinasi dosis kedua.

“Saat ini kita utamakan pemberian vaksin dosis kedua. Sementara untuk pemberian vaksin dosis pertama akan kita tunda sementara. Karena, Kota Medan memiliki target pemberian vaksin sebesar 10.000 orang per hari. Artinya, dalam satu hari ketersediaan vaksin dari Pemprov Sumut yang 10.000 itu akan langsung habis,” ungkapnya.

Guna mendukung kelancaran vaksinasi dosis kedua, Bobby Nasution mengimbau kepada seluruh penyelenggara vaksinasi massal agar menggelar kembali vaksinasi dosis kedua di tempat yang sama dengan dosis pertama. Sebab, ini bertujuan agar tidak membingungkan masyarakat dalam menerima suntikan vaksin dosis kedua tgersebut.

“Kepada seluruh penyelenggara vaksinasi massal, apabila stok vaksinasi sudah kembali normal, saya minta untuk nantinya menggelar kembali vaksinasi dosis kedua di tempat yang sama. Agar masyarakat tidak bingung harus ke mana mereka vaksin dosis kedua,” imbaunya seraya menambahkan 41 puskesmas yang ada di Kota Medan juga akan fokus untuk melaksanakan vaksinasi dosis kedua.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved