Bachtiar Ja'far Sempat Enggan Ditunjuk jadi Wali Kota Medan, Akhirnya Dipercaya Menjabat Satu Dekade
Sosok Bachtiar Ja'far bagi kerabat dan keluarganya adalah pemimpin yang menjadi teladan.
Penulis: Arjuna Bakkara |
Pada masa kepemimpinanya juga, banyak dibangun jalan-jalan penting, termasuk jembatan layang di Brayan.
Putra Melayu
Almarhum Ja'far Bachtiar merupakan putra Melayu pertama yang menjadi Wali Kota Medan. Sebagai putra melayu, ia memperkuat eksistensi budaya Melayu. Salah satunya adalah menerapkan penggunaan ornamen Melayu pada kantor-kantor Pemerintahan di Kota Medan.
Gebrakannya dalam Paguyuban Melayu, bahkan mampu mengantarkan Tengku Rizal Nurdin menjadi Gubernur Sumatera Utara. Almarhum juga menolak lebih dari dua periode menjabat wali kota meski diperintah Kasad TNI, dan mencari penggantinya, Abdillah.
"Meski Pak Abdillah akhirnya bermasalah, itu lain ceritalah ya kan," sebutnya.
Sebagai keluarga, Darma Falah berharap pemimpin-pemimpin di Kota Medan sat ini dan selanjutnya agar bisa meneladani almarhum. Seperti pada jamannya, masuk kampung hingga ada istilah "rusa masuk kampung" karena dia turun bangun jalan.
Sejak mengakhiri masa jabatan sebagai Wali Kota Medan tahun 2000, almarhum hanya mengurus paguyuban Budaya Melayu.
"Setelah itu, dia pensiunlah. Enggak ada gaji bulanan atau yang lain. Paling-paling kesibukannya di Medan mengurusi budaya Melayu. Tapi, setiap wali kota yang mau maju datang juga permisi ke dia,"sebut Darman Falah.
Bachtiar Ja'far dikenal sebagai sosok yang peduli dengan keluarga. Ia beberapa kali memberangkatkan keluarganya yang kurang mampu untuk naik haji.
Almarhum meninggalkan Rosmaini, istrinya, serta dua putri bernama Maya Sari Bahtiar dan Laliali Bahtiar yang memberikannya cucu-cucunya. Almarhum dimakamkan di TPU muslim dekat Istana Maimun dan Masjid Raya Medan. (jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bachtiar-jafartribunmedancom_20150630_183613.jpg)