Anggota TNI Terlibat Kejahatan

Kodam I/BB Janji Tindak Tegas Anggota yang Bekingi Pelaku Penggelapan Mobil

Kodam I/Bukit Barisan berjanji akan menindak Victor Marihot Nainggolan jika terbukti bekingi pelaku kejahatan

Tayang:
HO
Sahat Martua Nainggolan (kanan) dan abang kandungnya Victor Marihaot Nainggolan saat berfoto bersama. Sahat dilaporkan menggelapkan mobil rental.(HO) 

TRIBUN-MEDAN,COM,MEDAN-Kodam I/Bukit Barisan menegaskan tidak akan membela anggotanya yang terlibat kejahatan.

Menurut Kepala Penerangan Kodam I/BB Letkol Inf Donald Erickson, pihaknya akan menindak tegas Victor Marihot Nainggolan, jika terbukti membekingi adiknya Sahat Martua Nainggolan yang terlibat kasus penggelapan mobil.

"Bila alat bukti cukup dan mengarah kepada keterlibatan anggota TNI AD, akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yanf berlaku," kata mantan Waasops Kasdam XIII/Merdeka ini, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Sudah Jadi Tersangka Oknum Satpol PP Penampar Wanita di Gowa, Korban Bicara soal Kehamilan

Dia mengatakan, setiap anggota TNI AD yang berada dibawah kesatuan Kodam I/BB tidak boleh mencoreng nama baik institusi.

Maka dari itu, jika memang Victor Marihot Nainggolan terbukti bersalah, otomatis akan dijatuhi sanksi yang berat.

Senada disampaikan Kasi Media Online Pendam I/BB Mayor Inf Masniar.

Baca juga: KABAR TERKINI Mardani Hamdan Oknum Satpol PP yang Pukul Ibu Hamil, Bupati Ikut Kesal Bertindak

Dia mengatakan, pihaknya akan memeriksa ulang Victor Marihot Nainggolan, sekaitan dengan kasus penggelapan mobil rental ini. 

"Ya pastilah, kalau memang ada nanti kita periksa lagi yang bersangkutan," katanya.

Sudah Ditangkap

Sahat Martua Nainggolan, pelaku penggelapan mobil rental milik Chandra Napitupulu diketahui sudah ditangkap petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Penangkapan Sahat Martua Nainggolan ini dibocorkan oleh Chandra Napitupulu selaku korban.

Saat diwawancarai, Chandra Napitupulu awalnya mengatakan bahwa anggota Kodam I/BB, Victor Marihot Nainggolan turut menerima uang hasil kejahatan penjualan mobil rental miliknya.

Baca juga: 14 Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar, 51 Korban Belum Ditemukan, TNI AL Kerahkan Dua KRI

Selama Sahat Martua Nainggolan melarikan diri, Victor Marihot Nainggolan diketahui kerap mengirimkan uang untuk membantu pelarian adiknya itu.

"Tanggal 9 Juli saya dipanggil ke Polrestabes Medan, pelakunya waktu itu di BAP polisi," kata Chandra, Sabtu siang.

Dia mengatakan, Sahat Martua Nainggolan ditangkap di dekat Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. 

Selama pelariannya, Sahat Martua Nainggolan menjual mobil milik Chandra seharga Rp 22 juta.

Padahal, kata Chandra, harga mobil itu di atas Rp 140 juta. 

Baca juga: Anggota TNI Diamuk Sekelompok Warga di Papua, 1 Anggota Paskhas Kritis

"Mobilnya sudah dijual harganya Rp 22 juta, bayangkan coba harga segitu. Mereka transaksi ke Besitang. Itulah titik terakhir GPS di mobil rental itu," kata Chandra.

Meskipun sebelumnya Kodam I/Bukit Barisan membantah keterlibatan Victor Marihot Nainssolan, nyatanya anggota TNI AD itu terlibat. 

"Abangnya ada terima aliran dana, dan abangnya juga yang membantu pelariannya. Pelariannya jelas dibantu abangnya karena dia transfer dana ke adiknya selama pelarian," bebernya. 

Chandra mengatakan, sebelum Sahat Martua Nainggolan ditangkap, Victor Marihot Nainggolan sempat berjanji akan membantu korban mencari mobilnya yang telah dijual pelaku.  

Baca juga: Sosok Egianus Kogoya, Pimpinan KKB Baru Bentrok Lukai 2 TNI, Terpelajar & Darah Muda Anak Tokoh OPM

"Aku sudah beri waktu seminggu sejak tanggal 9 Juli kemarin. Tapi enggak ketemu mobilnya. Selama ini aku enggak enakan. Terus dia kemarin bilang, udah enggak bisa lagi ketemu mobilnya," kata Chandra.

Atas persoalan ini, Chandra pun berniat membuat laporan resmi ke Detasemen Polisi Militer I/5 Medan.

"Ini bisa ku laporkan ke Kodam dan Polisi Militer, kalau sampai Senin tidak ada kejelasan. Jadi supaya enggak berbelit-belit," katanya.

Sebelumnya, korban membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan bukti lapor Nomor: LP/B/1361/YAN.2.5/K/VII/2021/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 7 Juli 2021 lalu.

Baca juga: FAKTA-fakta Oknum TNI AD Bekingi Adik Larikan Mobil Rental, Kodam Turun Tangan hingga Kata Polisi

Pelaku Sahat Martua Nainggolan merupakan warga Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Dalam modusnya, pelaku membawa abangnya yang merupakan anggota TNI AD untuk merental mobil.

Usai mendapatkan kepercayaan dari pemilik mobil, Sahat Martua Nainggolanmalah menjualnya.

Panit Sat Reskrim Polrestabes Medan, Ipda Jaya Syahputra mengatakan akan mengecek lebih lanjut kasus ini.

"Saya cek dulu ke penyidik, saya masih pimpin pasukan di lapangan PPKM Darurat," tuturnya.

Sempat Membantah

Kodam I/Bukit Barisan akhirnya angkat bicara terkait kasus penggelapan mobil yang dilakukan oleh Sahat Martua Nainggolan.

Sahat Martua Nainggolan adalah adik kandung dari Victor Marihot Nainggolan.

Selama ini, Victor Marihot Nainggolan bertugas di Kodam I/BB.

Baca juga: Anggota Kodam I/BB Jadi Beking Adiknya yang Larikan Mobil Rental, Korban Lebih Dari Satu Modus Sama

Dalam kasus penggelapan mobil milik warga, Victor Marihot Nainggolan sempat disebut sebagai penjamin.

Victor Marihot Nainggolan juga diduga sengaja melindungi adik kandungnya yang menggelapkan mobil warga.

Kasi Media Online Pendam I/BB, Mayor Inf Masniar mengatakan, saat ini Victor Marihot Nainggolan sedang dalam pemeriksaan.

Victor Marihot Nainggolan langsung di BAP atasan di kesatuannya.

Baca juga: Kodam I/BB Sediakan 15 Ribu Vaksin untuk Warga, Pendaftaran di Koramil Setempat

"Makanya ini abangnya sedang diproses, kami BAP dulu," kata Masniar, Kamis (8/7/20210.

Menyangkut kasus penggelapan mobil yang dilakukan Sahat Martua Nainggolan, itu urusan pribadi yang bersangkutan.

Kodam I/BB menyerahkan sepenuhnya kasus itu pada Polrestabes Medan.

"Masalah adeknya urusannya ke polisi," kata Masniar.

Dia pun sempat kesal lantaran Victor Marihot Nainggolan sok-sokan menjadi penjamin.

Baca juga: Putus Mata Rantai Penyebaran, Pemko Medan Gelar Vaksinasi Massal Bersama Poldasu dan Kodam I BB

Sehingga, ketika muncul kasus ini, Victor yang bertugas di Kodam I/BB ikut terseret-seret.

"Ya, anggotanya kami tindak. Maksudnya sekali lagi jangan sampai jamin. Yang kami lakukan tindakan kecil-kecil pun, karena yang pertama sudah tahu adikmu seperti itu, kok masih kau jamin," kata Masniar.

Masniar mengatakan, bahwa Victor Marihot Nainggolan tidak terlibat dalam kasus penggelapan ini.

Dia pun sempat protes kenapa foto Victor Marihot Nainggolan yang tengah mengenakan seragam loreng naik di media massa.

Baca juga: Kodam I/BB Pastikan Lahan di Jalan Soekarno-Hatta Binjai Aset TNI-AD

Menurut Masniar, foto yang naik di media massa itu memang benar ketika Victor menjaminkan adiknya.

Namun, kata dia, mobil yang ada di foto itu sudah kembali.

Hanya mobil kedua ini saja yang belum kembali. 

"Foto yang pertama itukan mobilnya pulang. Kan bukan mobil ini yang hilang," kata Masniar.

Dia mengatakan, pada kasus kedua ini, Victor tidak ada menjamin.

Pengakuan itu disampaikan Victor ketika di BAP.

Baca juga: Terancam Dipecat, Oknum TNI Denpom Terlibat Kasus Pembunuhan Asiong, Kodam I/BB Ungkap Sanksi Berat

"Yang kedua ini tidak ada jamin katanya, dia sedang kita wawancarai tidak ada menjamin,"

 "Itu adeknya bandal itu, memang kurang ajar itu," cetus Masniar.

Sebelumnya, kasus ini terungkap pengakuan korbannya Chandra Napitupulu.

Chandra menyebut bahwa modus pelaku Sahat berpura-pura merental mobil.

Baca juga: Jabat Pangdam, Mayjen TNI Irwansyah Tiba di Kodam I/BB Mulai Bertugas, Sambutannya Sederhana

Di awal peminjaman, memang mobil kembali.

Saat peminjaman rental kedua, mobil tidak pulang.

Ketika pelaku merental mobil, abang pelaku bernama Victor mengetahuinya.

Bahkan, kata Chandra, Victor mengatakan oke ketika ditanya soal rental kedua ini.(vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved