Anggota TNI Diamuk Sekelompok Warga di Papua, 1 Anggota Paskhas Kritis

TNI Angkatan Udara terluka akibat diserang oleh sekelompok orang di Dogiyai, Papua. 1 Orang Kritis

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Youtube TNI AD
Brigjen TNI Iwan Setiawan 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak dua anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara terluka akibat diserang oleh sekelompok orang di Dogiyai, Papua, Kamis (15/7/2021).

Salah satu anggota Paskhas bahkan mengalami luka yang cukup serius dan dalam kondisi kritis.

Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan mengatakan, kedua anggota Paskhas itu yakni Koptu Didik Prayudi dan Kopda Atok Tri Utomo.

"Memang benar ada laporan dua anggota Paskhas terluka setelah dianiaya warga yang saat itu sedang meminum minuman keras di landasan (runway) Bandara Moanemani," kata Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada Antara, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Misi Massimiliano Allegri, Ambisi Juventus di Liga Champions dan Nasib Cristiano Ronaldo & Dyabala

"Akibatnya dua anggota mengalami luka serius, yakni Koptu Didik Prayudi dan Kopda Atok Tri Utomo, hingga harus dilarikan ke RSUD Madi," kata Iwan kepada Antara, Jumat (16/7/2021).

Kronologi kasus

Menurut Iwan, kasus ini berawal dari laporan yang diterima anggota Paskhas bahwa ada sekelompok orang yang sedang menikmati minuman keras di runway atau landasan pacu bandara.

Kemudian, anggota Paskhas dari Yonko 463/Trisula mendatangi sekelompok orang itu dan meminta mereka untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.

Awalnya, sekelompok orang itu mengikuti arahan yang diberikan oleh prajurit TNI AU.

Namun, ketika melewati pagar bandara, sekelompok orang itu malah berbalik dan menyerang anggota TNI AU.

Menurut Iwan, pada saat itu ada 5 anggota Paskhas yang diserang.

Baca juga: FORMULA E Sempat Ditentang tapi Pemprov DKI Ngotot Gelar Balapan, PDI P: Butuh Ratusan Miliar

Sekelompok orang itu menggunakan batu dan senjata tajam untuk melukai anggota Paskhas.

Provokasi warga

Namun, tindakan yang dilakukan sekelompok orang itu belum berhenti.

Menurut Iwan, diduga mereka memprovokasi warga, hingga melakukan pembakaran terhadap rumah dan kios.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved