FORMULA E Sempat Ditentang tapi Pemprov DKI Ngotot Gelar Balapan, PDI P: Butuh Ratusan Miliar

Pada awal tahun 2021 ini pun sejatinya Pemprov DKI telah mengumumkan bakal menunda perhelatan Formula E pada 2022 mendatang.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
instagram/aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di lintasan balap Formula E di Brooklyn, New York, sesaat sebelum bendera start dikibarkan, Minggu (13/7/2019). 

"Kami saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemprov," tambahnya menjelaskan.

Nadia juga menyebut, harapan Jakarta menggelar Formula E pada 2022 mendatang masih terbuka.

Sebab, kalender balap yang dirilis FIA baru-baru ini masih bersifat sementara dan bisa berubah kapan pun.

"Jadwal Formula E yang ada sekarang masih provisional. Artinya masih sementara," ucapnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Berlakukan PPKM di Toba, Bupati Poltak Sitorus Perintahkan Dinas Kesehatan Tingkatkan Testing Covid

Keputusan Pemprov DKI Jakarta yang enggan membatalkan rencana penyelenggaraan Formula E saat Jakarta sedang butuh pendanaan penanganan Covid-19 dinilai sebagai keputusan yang menyakitkan hati rakyat.

"Pernyataan Wagub Riza bahwa perhelatan Formula E tahun 2022 hanya ditunda, tidak dibatalkan adalah sangat menyakitkan hati rakyat," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak melalui pesan singkat, Jumat (16/7/2021).

Pasalnya, kata Gilbert, ajang balap mobil listrik itu masih harus membutuhkan dana pendukung ratusan miliar rupiah pada saat penyelenggaraan.

Belum lagi suasana pandemi Covid-19 di Jakarta kemungkinan masih akan terasa hingga tahun 2022.

Menurut Gilbert, persiapan penyelenggaraan pasti akan menguras dana yang justru tidak dibutuhkan oleh rakyat.

"Sejak awal perhelatan pertama sudah dihitung merugi sebagaimana disampaikan dalam rapat di Komisi B tahun 2019 akhir, dan bila diadakan tahun 2022 maka akan jadi perhelatan pertama. Keuntungan baru bisa diraih setelah perhelatan selanjutnya," ujar dia.

Politikus PDI-P ini menilai, jika Pemprov DKI berniat memperbaiki sektor ekonomi, seharusnya sektor UMKM yang menjadi perhatian, bukan malah membuat ajang balap yang belum jelas keuntungannya.

"Dana ratusan miliar tersebut tidak dibutuhkan rakyat, tetapi lebih baik untuk mendorong sektor UMKM sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi seperti tahun 1998," tutur Gilbert.

 HP VIVO TERBARU: Keunggulan Lain Vivo S10 - S10 Pro yang Baru Diluncurkan, Spesifikasi dan Harga

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta kembali mempertimbangkan untuk membatalkan balap mobil listrik itu demi kepentingan masyarakat Jakarta yang sedang diterpa badai pandemi.

Baca juga: ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca

(Kompas.com/Tribunnews.com)

Baca Selanjutnya: Balapan formula e

Baca Selanjutnya: Pemprov dki jakarta

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved