FORMULA E Sempat Ditentang tapi Pemprov DKI Ngotot Gelar Balapan, PDI P: Butuh Ratusan Miliar
Pada awal tahun 2021 ini pun sejatinya Pemprov DKI telah mengumumkan bakal menunda perhelatan Formula E pada 2022 mendatang.
TRIBUN-MEDAN.com - Meski ditentang dan sempat dibatalkan karena alasan pandemi covid hingga biaya tak sedikit, Pemprov DKI Jakarta nyatanya masih ngotot menggelar balap mobil Formula E pada 2022.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya masih terus mengupayakan agar ibu kota masuk kalender balap Formula E 2022.
• Dua Dokter Tersangka Penjual Vaksin Ilegal di Medan Segera Diadili, Ini Peran Para Tersangka
Ia pun menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada PT Jakarta Propertindo selaku BUMD yang ditunjuk untuk menggelar Formula di Jakarta.
"Biar Jakpro yang menjelaskan dan melakukan upaya-upaya agar bisa dilaksanakan di tahun 2022," ucapnya, Jumat (16/7/2021).
Politisi Gerindra ini pun berharap, ajang balap mobil listrik bertaraf internasional itu bisa digelar di Jakarta.
Baca juga: Dua Dokter Tersangka Penjual Vaksin Ilegal di Medan Segera Diadili, Ini Peran Para Tersangka
Sebab, sudah dua kali Jakarta batal menggelar Formula E, yaitu pada kalender balap 2019 dan 2021.
Pada awal tahun 2021 ini pun sejatinya Pemprov DKI telah mengumumkan bakal menunda perhelatan Formula E pada 2022 mendatang.
Namun, tidak ada nama Jakarta pada kalender balap Formula E 2022 yang dirilis FIA baru-baru ini.
"Harapan kami, program yang sudah dicanangkan, dijadwalkan, diagendakan tidak batal dan dapat dilaksanakan sebaik mungkin," ujarnya di Balai Kota.
• HP VIVO TERBARU: Keunggulan Lain Vivo S10 - S10 Pro yang Baru Diluncurkan, Spesifikasi dan Harga
Harapan bagi Jakarta menggelar Formula E 2022 sebetulnya belum sepenuhnya tertutup.
Sebab, masih ada satu slot kosong pada 4 Juni 2022 berstatus To be Decided (TBD) atau segera ditentukan.
"Harapan kami di tahun 2022 bisa dilaksanakan," kata Riza.
Tanggapan Jakpro
Pernyataan bertolak belakang justru disampaikan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui Sekretaris Perusahaan Nadia Diposanjoyo.
Nadia bilang, saat ini justru PT Jakpro yang masih menunggu arahan dari Pemprov DKI soal gelaran Formula E 2022.
"Semua pihak masih melakukan koordinasi untuk mendapatkan yang terbaik," ujarnya, Rabu (14/7/2021).
Baca juga: DUA Dokter yang Jual Vaksin secara Ilegal Segera Diadili di Pengadilan Negeri Medan
"Kami saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemprov," tambahnya menjelaskan.
Nadia juga menyebut, harapan Jakarta menggelar Formula E pada 2022 mendatang masih terbuka.
Sebab, kalender balap yang dirilis FIA baru-baru ini masih bersifat sementara dan bisa berubah kapan pun.
"Jadwal Formula E yang ada sekarang masih provisional. Artinya masih sementara," ucapnya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Berlakukan PPKM di Toba, Bupati Poltak Sitorus Perintahkan Dinas Kesehatan Tingkatkan Testing Covid
Keputusan Pemprov DKI Jakarta yang enggan membatalkan rencana penyelenggaraan Formula E saat Jakarta sedang butuh pendanaan penanganan Covid-19 dinilai sebagai keputusan yang menyakitkan hati rakyat.
"Pernyataan Wagub Riza bahwa perhelatan Formula E tahun 2022 hanya ditunda, tidak dibatalkan adalah sangat menyakitkan hati rakyat," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak melalui pesan singkat, Jumat (16/7/2021).
Pasalnya, kata Gilbert, ajang balap mobil listrik itu masih harus membutuhkan dana pendukung ratusan miliar rupiah pada saat penyelenggaraan.
Belum lagi suasana pandemi Covid-19 di Jakarta kemungkinan masih akan terasa hingga tahun 2022.
Menurut Gilbert, persiapan penyelenggaraan pasti akan menguras dana yang justru tidak dibutuhkan oleh rakyat.
"Sejak awal perhelatan pertama sudah dihitung merugi sebagaimana disampaikan dalam rapat di Komisi B tahun 2019 akhir, dan bila diadakan tahun 2022 maka akan jadi perhelatan pertama. Keuntungan baru bisa diraih setelah perhelatan selanjutnya," ujar dia.
Politikus PDI-P ini menilai, jika Pemprov DKI berniat memperbaiki sektor ekonomi, seharusnya sektor UMKM yang menjadi perhatian, bukan malah membuat ajang balap yang belum jelas keuntungannya.
"Dana ratusan miliar tersebut tidak dibutuhkan rakyat, tetapi lebih baik untuk mendorong sektor UMKM sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi seperti tahun 1998," tutur Gilbert.
• HP VIVO TERBARU: Keunggulan Lain Vivo S10 - S10 Pro yang Baru Diluncurkan, Spesifikasi dan Harga
Dia meminta Pemprov DKI Jakarta kembali mempertimbangkan untuk membatalkan balap mobil listrik itu demi kepentingan masyarakat Jakarta yang sedang diterpa badai pandemi.
Baca juga: ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca
Baca Selanjutnya: Balapan formula e
Baca Selanjutnya: Pemprov dki jakarta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anies-klaim-jakarta-tuan-rumah-formula-e-balap-mobil-listrik-2020.jpg)