Balita Ini Sering Bilang Ada Orang di Balkon, saat Diperiksa tak Ada, Ortu Nyesal Tahu Kebenarannya

Seorang balita berusia 3 tahun terus-terusan menangis dan mengatakan bahwa dia melihat ada orang tau di balkon rumah mereka.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Via doisongphapluat
Balita berusia 3 tahun ini setiap malam menangis dan mengatakan ada orangtua di balkon kamarnya, saat diperiksa tak ada. Orangtuanya kemudian menangis dan menyesal mengetahui fakta sebenarnya. Foto ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com – Seorang balita berusia 3 tahun terus-terusan menangis dan mengatakan bahwa dia melihat ada orang tau di balkon rumah mereka.

Namun ketika diperiksa, ternyata tidak ada siapa-siapa.

Orangtuanya tentu tidak percaya dengan ucapan si anak.

Namun, setelah mengetahui kebenaran di balik ucapan putra mereka, pasangan suami istri itu menangis menyesali kecerobohan mereka.

Baca juga: Balita 3 Tahun Tewas Disiksa Ibu Kandung dan Pacar, Kerap Samarkan Suara Tangis si Anak dengan Musik

Baca juga: Balita 3 Tahun Ditinggal Sendirian di Parkiran, saat Ditelepon Polisi Orangtuanya Malah Bilang Gini

Baru-baru ini, kisah sepasang suami istri ini sedang ramai dibahas di Tiongkok.

Mereka menangis menyalahkan diri sendiri karena kecerobohan keduanya membuat putra mereka yang masih kecil sangat terluka. 

Kisah ini mendapat perhatian dari sejumlah besar netizen.

Secara khusus, Tiu dan istrinya memiliki seorang putra berusia 3 tahun. 

Setelah menunggu lama, istri Tiu dinyatakan hamil anak kedua yang adalah perempuan.

Sesuai dengan keinginan keluarga, harus ada rutinitas yang diprioritaskan.

Ilustrasi bayi merangkak
Balita berusia 3 tahun ini setiap malam menangis dan mengatakan ada orangtua di balkon kamarnya, saat diperiksa tak ada. Orangtuanya kemudian menangis dan menyesal mengetahui fakta sebenarnya. Foto ilustrasi. (Buzzle.com)

Tiu pun sangat menanti-nantikan anak kedua mereka yang adalah perempuan.

Selama kehamilan istrinya, dia sering berada di rumah dan berkomunikasi dengan bayi di kandungan istrinya.

Namun, karena begitu fokus pada bayi di dalam perut, pasangan ini lupa menghabiskan waktu bersama anak laki-laki mereka yang berusia 3 tahun itu. 

Anak laki-laki itu pernah mengaku tidak ingin punya adik, tetapi pasangan itu hanya berpikir bahwa anak mereka sedang merajuk dan membiarkannya bermain sendirian.

Baca juga: Tetap Buka Warkop demi Urusan Perut 5 Anak, Pria Ini Dihukum Denda Rp 300 Ribu dan Kurungan

Baca juga: Hobi Buat Kejahatan, Pria Ini Harus Masuk Penjara Lagi Gegara Ini, Padahal Baru Bebas 2 Hari

Tiba-tiba suatu malam, bocah itu mendadak berteriak bahwa ada seorang lelaki tua di luar balkon kamar tidurnya.

Tiu dan istrinya sama-sama mengira ini adalah lelucon anaknya, jadi mereka mengabaikannya. 

Selama dua hari berikutnya, bocah itu terus mengulangi kata-kata itu.

Dia terus mengatakan ada orang tua di balkon kamarnya.

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi (Via doisongphapluat)

Khawatir putra mereka sulit tidur, pasangan itu membawanya ke dokter untuk pemeriksaan.

Anehnya, dokter menyimpulkan bahwa anak laki-laki itu tidak memiliki masalah kesehatan.

Namun dokter menyarankan pasangan itu membawa anak mereka ke departemen psikologi. 

Setelah diperiksa oleh psikiater, semuanya terungkap.

Ternyata, anak laki-laki itu tidak senang ketika orang tuanya memiliki bayi lagi.

Baca juga: Seorang Balita Ditemukan Tewas Setelah Hampir 1 Jam Tenggelam di Parit Jalan Abdul Hakim

Baca juga: Memilukan, Seorang Balita Tewas Setelah Satu Jam Tenggelam saat Sang Ibu Memasak di Dapur

Orangtuanya jadi tidak peduli padanya. Padahal anak itu hanya ingin orangtuanya memperhatikan dan bermain dengannya.

Jadi dia mengarang cerita tentang pria di balkon.

Setelah mengetahui kebenarannya, Tiu dan istrinya menangis tersedu-sedu. 

Keduanya merasa sangat kasihan pada anak laki-laki itu karena mengabaikannya.

Balita berusia 3 tahun ini setiap malam menangis dan mengatakan ada orangtua di balkon kamarnya, saat diperiksa tak ada. Orangtuanya kemudian menangis dan menyesal mengetahui fakta sebenarnya.
Balita berusia 3 tahun ini setiap malam menangis dan mengatakan ada orangtua di balkon kamarnya, saat diperiksa tak ada. Orangtuanya kemudian menangis dan menyesal mengetahui fakta sebenarnya. (Via doisongphapluat)

Padahal anak laki-laki mereka juga butuh perhatian dan kasih sayang.

Selain itu, mereka juga menyalahkan diri sendiri karena beberapa kali anak laki-laki itu memberi tanda bahwa dia butuh perhatian.

Namun mereka malah mengabaikannya.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved