Breaking News

KASUS Covid-19 di Kota Medan Meningkat, Ini 5 Kecamatan Penyumbang Terbesar

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan ada 5 kecamatan di Kota Medan yang menjadi penyumbang terbesar kasus terkonfirmasi positif.

Tribun-medan.com/Almazmur Siahaan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat diwawancara awak media dalam acara diskusi mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bersama Dandim I/BB dan Kapolda Sumut serta jajarannya, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam acara diskusi mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bersama Dandim I/BB dan Kapolda Sumut serta jajarannya di Pos Lantas Lapangan Merdeka, Rabu (14/7/2021) kemarin, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan ada 5 kecamatan di Kota Medan yang menjadi penyumbang terbesar kasus terkonfirmasi positif.

"Ada 5 kecamatan yang penyumbang paling besar, itu ada Kecamatan Medan Selayang ada Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Sunggal dan Medan Helvetiah," ujar Bobby.

Dikatakannya, dalam satu pekan kasus terkonfirmasi positif yang sebelumnya hanya dari 88 lingkungan, per Senin (12/7/2021) naik ke 154 lingkungan dari 5 kecamatan tersebut.

"Itu yang menjadi kasus tertinggi selalu ada 5 kecamatan dengan masing-masing kelurahan ada 154 lingkungan. Itu dalam 1 minggu peningkatannya dari 88 lingkungan menjadi 154 lingkungan yang warnanya orange. Berarti sekitar antara 3 sampai 5 rumah per lingkungan yang ada terkonfirmasi positif," jelasnya.

Lebih jelas, Bobby mengatakan dari 5 kecamatan tersebut ada 2 kecamatan yang selalu menjadi penyumbang tertinggi kasus terkonfirmasi positif.

"Kami butuh bantuan personel juga tentunya untuk teman-teman di lapangan. Karena apabila melihat dari data, ini ada kemungkinan 2 kecamatan yang akan bisa kita fokuskan. Karena selalu 2 kecamatan inilah yang menjadi penyumbang terkonfirmasi positif di kota Medan yang selalu tertinggi. Yaitu di Medan Johor dan di Medan Selayang," katanya.

"Ini wilayah yang kemarin kita tinjau juga Gedung Johor, ini selalu kadang-kadang mencapai diatas 5 rumah, besoknya turun tapi enggak pernah kurang dari 3 rumah. Memang selalu orange terus," tambahnya.

Ia menegaskan, lingkungan yang masih bertahan di zona orange dalam jangka waktu 1 bulan akan mendapatkan penindakan kedisiplinan untuk mematuhi penerapan 5 M.

"Memang aturannya lingkungan yang lebih dari 5 rumah lah yang bisa kita isolasi. Namun lingkungan-lingkungan yang bertahan dalam jangka waktu 1 bulan masih orange, ini perlu ada penindakan di lapangan. Apa penindakan kedisiplinan, karena memang untuk memutus mata rantai itu sudah kita sepakati semua penerapan 5M," tegas Bobby.

Bobby mengatakan, ia dan seluruh Camat telah membuat suatu kebijakan bahwa lingkungan yang selalu menjadi kasus terkonfirmasi positif dalam waktu 1 bulan berturut-turut, maka akan dilakukan isolasi lingkungan.

"Kami Pemerintah Kota (Pemko) Medan sudah menginformasikan kepada seluruh Camat. Kami sudah membuat suatu kebijakan, kita lihat lingkungan yang dalam 1 periode atau time series masih berulang 2 kali. Karena 1 kali time series itu berarti pada pendataan PPKM Mikro per 2 minggu dijadikan 1 data.

Ini apabila lingkungan tersebut dalam time series itu ada pengulangan 2 kali, dalam arti ada 1 bulan. Berarti 1 bulan berturut-turut warnanya masih orange, ini akan kita lakukan isolasi," kata Bobby.

Menantu Presiden Jokowi ini mengatakan, per Senin 12 Juli kemarin, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan sebanyak 404 kasus dalam satu hari.

Hal itu sejalan dengan testing dan tracing yang dilakukan Pemko Medan.

"Ini memang salah satu indikasinya yang pertama ini adalah karena testing kita rata-rata per hari sudah mulai meningkat dari 800 sudah meningkat hampir 1.000 bahkan ada yang 2.000 per hari kita lakukan testing," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved