Kurir Disabilitas Bersepeda Sejauh 3 Km Antar Makanan ke SPBU, Ternyata Ditipu, Pegawai Lakukan Ini
Karena tidak bisa mengendarai sepeda motor, kurir ini harus bersepeda sejauh 3 km di bawah terik matahari untuk mengantarkan makanan ke pelanggan.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Pesanan itu bernilai 80 ringgit (sekitar Rp 277 ribu).
Tak lama berselang, kurir lain juga melewati pom bensin tersebut.
Tahu apa yang terjadi, dia pun berhenti untuk membantu.
Orang ini mengirimkan pesan kepada si pelanggan yang melakukan pemesanan lain melalui aplikasi WhatsApp.
Namun gadis itu menjawab, “saya tidak tahu apa-apa. Seseorang pasti telah mengambil ponsel saya untuk memesan,” katanya.
Dia lalu memutuskan untuk membatalkan pesanan tersebut.
Baca juga: HASIL EURO 2020 - Akhirnya Inggris Rasakan Final Lagi Setelah 55 Tahun, Laga Ideal Jumpa Italia
Baca juga: Artis NR dan Suaminya AB Ditangkap Kasus Narkoba, Benarkah Nia Ramadhani?
Si pengirim sangat terkejut, kesal dan frustrasi ketika mendengar hal ini.
Karena jelas bahwa si pelanggan telah memesa, namun ia menolak untuk menerimnya.
Dari awal dia juga meminta kurir untuk mengantarkannya ke pom bensin tersebut.
Pada saat ini, si kurir tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Dia tidak bisa memakannya sendiri. Selain itu, dia juga tidak bisa mendapatkan upahnya.
Pada akhirnya, pegawai di pom bensin tersebut memutuskan untuk membantu si kurir yang disabilitas itu dengan membeli makanan tersebut.
Pegawai bernama Stesen itu mengatakan, “Setelah mengetahui bahwa pelanggan tidak menerim barangnya, kami memutuskan untuk membeli semua makanan yang dibawa si kurir.”
“Kami hanya berharap scammer tidak akan mengulangi perilaku seperti ini.”
“Bayangkan, apa yang akan terjadi jika tidak ada yang membeli makanan ini kembali? Si kurir harus menderita kerugian total, kecuali dikompensasi restoran,” tulisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kurir-disabilitas-antar-makanan-sejauh-3-km1.jpg)