Cerita Nurdin Si Penjaga Kamar Mayat, Terpaksa Tidur Bareng Jenazah Covid-19: Sangat Mengerikan

Nurdin mengakui belum pulang ke rumah untuk menemui anak dan sang istri. Nurdin masih mengenakan pakaian hazmat saah duduk di ruangan kecil di kamar

Dokumen Pribadi Kompol Sutiono
Ilustrasi petugas tidur dengan jenazah - Cerita Nurdin Si Penjaga Kamar Mayat, Terpaksa Tidur Bareng Jenazah Covid-19: Sangat Mengerikan 

TRIBUN-MEDAN.com - Nurdin, petugas kamar mayat Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Sekupang tampak letih duduk termenung di pojok ruangan.

Sebelumnya, Nurdin baru saja selesai melakukan wraping jenazah Covid-19.

Ia pun beristirahat sejenak menyandarkan kepalanya ke dinding ruangan menghadap jendela.

Nurdin mengakui belum pulang ke rumah untuk menemui anak dan sang istri.

Nurdin masih mengenakan pakaian hazmat saah duduk di ruangan kecil di kamar jenazah.

Ia menatap rimbunan pohon besar hutan yang berada di kawasan Tanjung Pinggir, Sekupang itu.

Waktu sudah malam, jam dinding menunjukkan pukul 21.15 WIB.

Gedung kamar mayat RSBP itu memang tak luas, punya kamar pemandian mayat yang dilengkapi tiga bantalan, 6 mesin pendingin dan ruang manajemen.

Nurdin, seorang petugas kamar mayat Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Sekupang terlihat letih setelah mengurusi 6 jenazah pasien covid-19.
Nurdin, seorang petugas kamar mayat Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Sekupang terlihat letih setelah mengurusi 6 jenazah pasien covid-19. (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

Sementara tepat di samping kiri ruangan terdapat gedung perawatan isolasi pasien covid-19.

“Ini puncak Covid-19 mas, parah ini. Mayat akibat Covid-19 makin tinggi, mau percaya atau tidak tapi ini udah sangat mengerikan,” ujar Nurdin saat ditemui Tribun di kamar mayat RSBP Sekupang, Selasa (7/7/2021) malam.

Nurdin baru saja selesai melakukan wraping jenazah Covid-19.

Jenazah Covid-19 itu akan dimakamkan pada malam ini juga.

“Capek bangat mas, ini mayat ke-6 yang sudah selesai di-wraping. Masih ada satu jenazah lagi, masih di IGD. lagi diambil,” ucap Nurdin.

Nurdin terlihat lelah, lekuk raut wajahnya terlihat mulai keriput, matanya sayu.

Ia seakan tak kuat lagi, namun pekerjaan belum usai, Nurdin pun harus menahan lelah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved