Pengantin Pria Ngamuk di Hari Pernikahan, tak Senang Diberi Lelucon oleh Keluarga Mempelai Wanita
Sebuah pesta pernikan berubah menjadi arena perkelahian karena lelucon dari tamu.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Insiden tersebut, setelah dibagikan, dengan cepat mendapat perhatian dari komunitas online.
Kebanyakan orang menyuarakan kritik mereka, mengatakan bahwa gangguan pernikahan itu terlalu ofensif dan kasar.
Mereka berharap lelucon-lelucon seperti itu tidak dilakuan lagi.
Pengantin Pria Dipukuli Para Tamu Hingga Meninggal
Baru-baru ini, netizen China juga sempat heboh sebelum pernikahan berubah menjadi pemakaman karena kebiasaan pernikahan yang baru.
Secara khusus, kisah memilukan terjadi di provinsi Shanxi, China.
Setelah kedua mempelai menyelesaikan prosesi pernikahan, banyak teman dari keduanya yang mengikuti upacara pernikahan untuk membuat suasana pernikahan lebih seru.
Baca juga: Rusak Nikmatnya Malam Pertama Pengantin Baru, Wanita Ini Syok saat Melihat Suami Teriak Lalu Pingsan
Baca juga: Pengiring Pengantin Dilecehkan Sekelompok Tamu Pria, Sikap Acuh Tamu Lain Bikin Netizen Berang
Empat tamu pria bergegas mendekat dan berulang kali memukuli pengantin pria hingga menyebabkan dia pingsan di tempat.
Keesokan harinya, pengantin yang bermarga Li itu dibawa ke rumah sakit oleh anggota keluarganya.
Di sana, dokter mendiagnosisnya dengan trakea patah.
Meski sudah 3 kali dirawat di rumah sakit dan aktif dirawat oleh dokter, ia tetap tidak bisa bertahan.
Tempat pernikahan yang belum dibereskan mendadak berubah menjadi pemakaman dalam sekejap.
Pengantin wanita tiba-tiba saja menjadi janda.
Media lokal melaporkan bahwa empat tamu pria yang memukuli pengantin pria adalah teman dari masa kuliahnya.
Orang-orang ini kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 3-7 tahun karena kejahatan yang menyebabkan kematian secara tidak sengaja.
Banyak warganet, setelah mengetahui cerita tersebut, juga menyerukan agar kebiasaan itu ditinggalkan.
(yui/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengantin-pria-mengamuk.jpg)