JAKARTA Darurat Covid, Lurah Ini Berani Gelar Resepsi Pernikahan di Depok, Anggota DPR Meradang
Resepsi pernikahan di tengah PPKM darurat viral. Dalam video yang beredar, terlihat tamu undangan berkerumun dan berjoget bersama.
TRIBUN-MEDAN.com - Video seorang lurah di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, yang menggelar resepsi pernikahan di tengah PPKM darurat viral.
Dalam video yang beredar, terlihat tamu undangan berkerumun dan berjoget bersama.
Merespons kejadian itu, Anggota DPR RI Fraksi PAN dari Dapil Kota Depok - Bekasi Intan Fauzi meminta Pemerintah Kota Depok mengambil tindakan tegas terhadap lurah yang menggelar resepsi pernikahan tersebut.
• Apa Itu Pneumonia, Artis Jane Shalimar Meninggal Akibat Pneumonia dan Covid-19| Gejala Pneumonia
"Ini PPKM Darurat baru hari pertama tapi sudah langsung dilanggar dengan sengaja seperti itu. Saya minta Pemerintah Kota Depok berikan peringatan keras kepada Lurah tersebut. Jangan berhenti di penyegelan tapi kalau perlu dicopot untuk dilakukan pembinaan," tegas Intan, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (5/7/2021).
Anggota Komisi IX DPR RI ini meyakini pada dasarnya warga Depok pasti akan patuh pada pelaksanaan PPKM Darurat di Depok.
• SEMPAT HEBOH Pernikahan Jane Shalimar dengan Seorang Pengusaha, Foto-fotonya
Karena itu aparat pemerintah sampai tingkat terbawah seharusnya memberikan contoh.
"Semua jajaran pemerintah seharusnya memberikan contoh dan keteladanan untuk warga Depok mentaati aturan aturan yang ada di PPKM Darurat. Jangan hanya rakyat kecil yang ditindak Pemkot, tapi aparatnya malah dibiarkan dan hanya ditegur. Jangan begitu," ungkapnya.
"Apalagi sesuai instruksi penanggunjawab PPKM Darurat wilayah Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan serta instruksi Mendagri bahwa kepala daerah saja yang dipilih rakyat bisa dicopot kalau melanggar PPKM. Nah untuk ASN saya kira sangat beralasan untuk dicopot agar ada efek jera," imbuh Intan.
Lebih lanjut, Intan yang juga Ketua Umum Perempuan Amanat Nasional (PUAN) ini berharap Polisi dan Satpol PP untuk tidak pandang bulu memberikan tindakan tegas kepada siapapun pelanggar aturan PPKM Darurat.
"Saya yakin Polisi dan Satpol PP akan menindak tegas siapapun yang melanggar aturan. Ini kan ikhtiar kita bersama agar Covid-19 bisa segera berlalu dan Depok kembali ke Zona Hijau," pungkas Intan.
Lonjakan kasus covid-19 di Jakarta semakin menghawatirkan.
Bukan saja sebaran, rumah sakit pun sudah kewalahan menampung penderita covid-19 saat ini.
Pergerakan kasus Corona di Jakarta menghawatirkan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut angka kasus aktif Corona di DKI Jakarta berpotensi besar bergerak mencapai 100 ribu orang hanya dalam beberapa hari ke depan.
• SOSOK Rachmawati Soekarnoputri di Mata Petinggi Gerindra, Rachmawati Panutan Kaum Perempuan
Diketahui per 2 Juli 2021, kasus aktif di DKI telah menyentuh angka 78.6321 orang.
Kasus aktif adalah mereka yang masih dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: SOSOK Rachmawati Soekarnoputri Pernah Kritik Pedas Jokowi, Kini Adik Megawati Berpulang
Guna mengantisipasi skenario 100 ribu kasus aktif, Anies Baswedan dan jajaran menyiapkan sejumlah langkah untuk dapat dieksekusi.
Salah satunya, mengubah stadion indoor dan gedung - gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis, dan diusulkan masuk dalam satu manajemen RSDC Wisma Atlet.
"Karena itu bersiap bila kita menghadapi skenario sampai 100 ribu kasus aktif," papar Anies dalam rapat bersama ASN dan BUMD, disiarkan di kanal Youtube Pemprov DKI, dikutip Sabtu (3/7/2021).
Selain menyiapkan stadion indoor, Pemprov DKI kata Anies juga menyiapkan gedung konvensi yakni JIExpo Kemayoran sebagai tempat perawatan pasien kasus Covid-19. Gedung JIExpo disebut mampu menampung 24 ribu orang.
"Saat ini ada stadion, gedung - gedung konvensi. JIExpo nanti akan dipakai. Bisa menampung 24 ribu orang di situ. Rumah susun sekarang sudah digunakan dan pemanfaatannya luar biasa cepat," tegas Anies.
• Kala Rachmawati Ingatkan Prabowo agar Gerindra Tak Bergeser dari Perjuangan Bung Karno dan NKRI
Antisipasi lainnya, yakni memfokuskan RSDC Wisma Atlet untuk penanganan pasien dengan gejala sedang dan berat.
RS kelas A juga akan dikhususkan sepenuhnya untuk ICU Covid-19.
Sementara pasien dengan gejala ringan akan ditampung ke fasilitas isolasi terkendali seperti rusun.
Anies juga meminta adanya kepastian kebutuhan tenaga kesehatan, serta kepastian ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat - obatan.
"Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat - obatan," terang Anies Baswedan.
Lonjakan Kasus tiap hari
Kepada jajarannya Gubernur Anies memaparkan penyebaran Covid-19 yang pada Hari Jumat bertambah 9.399 kasus.
Dalam satu minggu terakhir kasus harian Covid-19 berkisar 7 ribu sampai 9 ribu kasus.
"Seberapa tinggi ini? Sebagai gambaran, saat puncak gelombang pertama Februari lalu, kasus harian tertinggi saat itu 4.213 dalam satu hari. Sekarang, sudah 2 kali lipat," katanya.
Sementara itu total kasus aktif di Jakarta mencapai 78.631 dan diprediksi akan naik pesat.
(Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)
JAKARTA Darurat Covid, Lurah Ini Berani Gelar Resepsi Pernikahan di Depok, Anggota DPR Meradang
Baca Selanjutnya: Lurah gelar resepsi pernikahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/resepsi-pernikahan-yang-digelar-lurah-di-depok.jpg)