Cerita Kevin Creekman, Pria Pernah Obesitas Umur 18 Tahun dengan Berat 151 Kg, Kini Jadi Model

Di saat mengasingkan diri, kegiatan yang dia lakukan hanyalah mengonsumsi junk food dan bermain video game di rumah.

Istimewa/Proporcionado por Nueva Mujer
Cerita Kevin Creekman, Pria Pernah Obesitas Umur 18 Tahun dengan Berat 151 Kg, Kini Jadi Model 

TRIBUN-MEDAN.com - Kegemukan atau yang biasa kita kenal sebagai obesitas merupakan kelebihan lemak tidak sehat pada tubuh yang dapat meningkatkan berbagai macam risiko penyakit.

Obesitas ini sering kali menjadi penyebab penyakit kronis yang cukup serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2.

Namun Kevin Creekman bisa terbebas dari cengkraman obesitas.

Kevin Creekman

Sebelumnya Kevin Creekman memiliki masalah dengan berat badan sejak usia remaja.

Dalam episode terbaru seri Brand New Me yang diunggah di kanal YouTube @truly, pria asal Jerman itu mengaku sempat mengurung diri dalam waktu lama akibat problem tersebut.

Di saat mengasingkan diri, kegiatan yang dia lakukan hanyalah mengonsumsi junk food dan bermain video game di rumah.

"Saya tidak pernah mempunyai pacar, saya tidak pernah keluar ke pesta," kata Kevin.

"Saya agak kecanduan bermain World of Warcraft, seluruh hidup saya hanya berkutat di video game ini."

Pada usia 18 tahun, Kevin sudah memiliki berat badan yang terbilang mengejutkan, yaitu 151 kilogram.

"Saya sempat berada di titik kehidupan itu, saya rasa saya harus berubah," kata Kevin.

"Saya mulai menurunkan berat badan karena saya tidak ingin mati sendirian."

"Saya tidak melakukan olahraga apa pun, jadi saya kira kuncinya adalah nutrisi untuk menurunkan berat badan," sambung dia.

Akhirnya, Kevin mampu menurunkan berat badan sebanyak 81,6 kilogram.

Namun penurunan berat badan tersebut mendatangkan masalah lain, yakni kelebihan kulit yang mengendur.

"Saya memiliki kulit ini selama bertahun-tahun," tutur pria itu.

"Kulit kendur membuat saya mampu mengucapkan selamat tinggal pada diri saya yang gemuk di masa lalu."

Di tahun 2014, Kevin melakukan operasi untuk mengangkat kelebihan kulit. Setelah itu dia menyadari, operasi tersebut meninggalkan bekas luka.

"Saya merasa seperti Frankenstein. Saya tidak pernah melepas baju karena itu," ujar dia.

Beneath the Ink - Tattoo Ideas, Artists and Models

Ada dua hal yang lantas dilakukan Kevin. Pertama, membuat tato besar di sekujur tubuhnya untuk menutupi bekas luka.

Kemudian, dia mulai berolahraga untuk membangun otot. Seiring berjalannya waktu, dia menjadi lebih percaya diri untuk melepas bajunya ketika bermain di pantai.

Sekarang, Kevin disibukkan dengan kegiatannya sebagai model dan influencer. "Saya tidak malu lagi," ucap dia.

"Saya merasa kulit saya jauh lebih bebas," sambung Kevin.

6 Tanda Kita Mengalami Obesitas

Berikut ini terdapat enam tanda kita mengalami obesitas:

1. Pakaian atau celana menjadi sempit

Salah satu tanda yang jelas dari obesitas adalah ketika pakaian atau celana kita mulai terasa sempit.

Ahli kesehatan di Maryland Bariatric Center di Mercy Hospital Baltimore, Kuldeep Singh, MD mengatakan bahwa kita tidak boleh mengabaikan hal ini.

"Jadi, daripada membeli pakaian baru, sebaiknya pergilah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan terkait obesitas," sarannya.

2. Kaki membengkak

Peningkatan berat badan dapat memberi tekanan pada sistem vena yang membawa darah ke seluruh tubuh. Misalnya, dari kaki kembali ke jantung.

Obesitas dapat menyebabkan pembuluh darah tersebut berhenti bekerja dengan baik dan menyebabkan pembengkakan pada kaki.

"Orang-orang yang mengalami obesitas cenderung memiliki varises atau gumpalan darah," kata Singh.

"Mereka mungkin menahan cairan karena tekanan darah tinggi. Itu bahkan bisa menjadi tanda awal gagal jantung," sambung dia.

3. Kesulitan bernapas

Orang-orang dengan obesitas dapat mengembangkan timbunan lemak yang besar di sekitar dada, sehingga menghambat pernapasan.

"Ketika berbaring, mereka tidak bisa bernapas dengan benar," ujarnya.

"Pada beberapa orang yang memiliki jumlah lemak dada atau perut yang sangat besar, diafragma mereka tidak bisa bergerak bebas dan akan kesulitan bernapas," lanjut dia.

4. Kelelahan

Obesitas juga dapat mengembangkan sleep apnea, di mana kelebihan lemak menghalangi pernapasan orang-orang saat tidur.

"Mereka cenderung mendengkur dan terbangun karena oksigen darah yang sangat rendah," kata Singh.

Menurut dia, siklus ini bisa terjadi secara berulang setiap beberapa menit sepanjang malam.

Jadi, orang-orang yang mengalami obesitas tidak benar-benar mendapatkan kualitas tidur yang baik, sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari.

5. Sakit kepala

Singh mengungkapkan bahwa sakit kepala bisa sangat dipengaruhi oleh berat badan, terutama akibat dari obesitas.

Obesitas juga dapat menimbulkan suatu kondisi yang disebut dengan hipertensi intrakranial jinak, di mana tekanan meningkat pada otak dan menyebabkan rasa sakit di kepala yang sama dengan tumor otak.

6. Depresi

Beberapa penelitian menemukan bahwa obesitas membawa peningkatan risiko depresi yang lebih tinggi.

"Depresi adalah gangguan bawaan dari obesitas dan hampir secara universal orang-orang obesitas mengalami depresi," jelas Singh.

Depresi ini biasanya disebabkan karena kegagalan orang-orang obesitas untuk menurunkan berat badan.

Alhasil, mereka kembali pada kebiasaan hidup yang tidak sehat dan menambah berat badan.

Lalu hal ini seperti lingkaran setan yang akan memperburuk depresi.

(*/ Tribun-Medan.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved