Cerita Kevin Creekman, Pria Pernah Obesitas Umur 18 Tahun dengan Berat 151 Kg, Kini Jadi Model
Di saat mengasingkan diri, kegiatan yang dia lakukan hanyalah mengonsumsi junk food dan bermain video game di rumah.
"Jadi, daripada membeli pakaian baru, sebaiknya pergilah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan terkait obesitas," sarannya.
2. Kaki membengkak
Peningkatan berat badan dapat memberi tekanan pada sistem vena yang membawa darah ke seluruh tubuh. Misalnya, dari kaki kembali ke jantung.
Obesitas dapat menyebabkan pembuluh darah tersebut berhenti bekerja dengan baik dan menyebabkan pembengkakan pada kaki.
"Orang-orang yang mengalami obesitas cenderung memiliki varises atau gumpalan darah," kata Singh.
"Mereka mungkin menahan cairan karena tekanan darah tinggi. Itu bahkan bisa menjadi tanda awal gagal jantung," sambung dia.
3. Kesulitan bernapas
Orang-orang dengan obesitas dapat mengembangkan timbunan lemak yang besar di sekitar dada, sehingga menghambat pernapasan.
"Ketika berbaring, mereka tidak bisa bernapas dengan benar," ujarnya.
"Pada beberapa orang yang memiliki jumlah lemak dada atau perut yang sangat besar, diafragma mereka tidak bisa bergerak bebas dan akan kesulitan bernapas," lanjut dia.
4. Kelelahan
Obesitas juga dapat mengembangkan sleep apnea, di mana kelebihan lemak menghalangi pernapasan orang-orang saat tidur.
"Mereka cenderung mendengkur dan terbangun karena oksigen darah yang sangat rendah," kata Singh.
Menurut dia, siklus ini bisa terjadi secara berulang setiap beberapa menit sepanjang malam.
Jadi, orang-orang yang mengalami obesitas tidak benar-benar mendapatkan kualitas tidur yang baik, sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/obesitasatlet.jpg)