Bukan Lagi Demam, Gejala Covid-19 Varian Delta Justru Didominasi Sakit di Bagian Ini

Banyak pihak yang khawatir bahwa varian Delta menular lebih cepat sehingga gejala Covid-19 varian baru ini penting untuk dikenali.

Tayang:
Ilustrasi/Freepik
Bukan Lagi Demam, Gejala Covid-19 Varian Delta Justru Didominasi Sakit di Bagian Ini 

"Tahun lalu, kami pikir kami telah belajar tentang musuh baru kami, tetapi itu berubah. Virus ini telah menjadi sangat, sangat tidak terduga," kata dokter Abdul Ghafur yang berasal dari India kepada Bloomberg.

Sakit perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, dan nyeri sendi adalah beberapa penyakit yang dialami pasien COVID-19, menurut enam dokter yang merawat pasien di seluruh India.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam dokter Andi Khomeini Takdir menyebut, varian Delta memunculkan sejumlah gejala yang sedikit berbeda dari varian-varian yang sudah ada sebelumnya.

Di awal pandemi, gejala paling dominan adalah demam. Namun seiring ditemukannya varian-varian baru termasuk Delta, gejala pada pasien Covid-19 cenderung mengalami perubahan. 

"Varian Delta memunculkan gejala-gejala yang sedikit berbeda. Benar, di tahun lalu sampai awal tahun ini lebih identik dengan demam.

Baca juga: LAGI Selebriti Terpapar Covid-19, Andhika Pratama Positif Virus Corana, Isolasi Mandiri

Tapi sekarang ini lebih identik dengan sakit tenggorokan di awal (infeksi), kemudian hilang penciuman (atau) pembau.

Kemampuan itu beberapa hari akan terganggu," terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021).

Menurut Andi, gejala Covid varian baru yang perlu diwaspadai adalah nafas menjadi berat. Pada kondisi seperti ini, pasien membutuhkan tenaga besar untuk menarik nafas.

"Nafas itu menjadi berat, maka itu salah satu parameter yang paling sederhana yang kita bisa (simpulkan) oh ini kayaknya perlu di-rontgen.

Tapi terutama, perlu pertolongan dari tenaga kesehatan. Sebisa mungkin teman-teman yang isolasi mandiri jangan isolasi tanpa pengawasan," tambah Andi.

Andi lantas menekankan, cara paling efektif untuk menghadapi munculnya varian-varian baru Corona adalah menggunakan masker.

Menurutnya, masker adalah kunci untuk meminimalkan kebutuhan akan pertolongan dokter dan layanan rumah sakit akibat gejala Covid varian baru, terlebih yang sedang hingga berat.

"Varian apa pun yang kemudian nanti dirilis, kuncinya sebenarnya sederhana, masker. PR-nya kita sudah tahu, itu masker 2 lapis punya proteksi 90 persen which is lebih bagus, lebih tinggi daripada hanya 1 (lapis masker)," tegas Andi.

Tetap disiplin dalam protokol kesehatan jadi kunci untuk mencegah virus Corona, juga varian Delta. Selain itu kurangi kumpul-kumpul, jika memungkinkan pakai masker dobel, dan lakukan vaksinasi segera.

(*/ Tribun-Medan.com)

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved