PESAN TERAKHIR Wanita Ini pada Anaknya saat Kondisinya Kritis, Sebelum Tewas Dianiaya Suami
Mengharukan kejadian yang dialami wanita ini. Korban kerap mengalami penganiayaan oleh suaminya, hingga akhirnya meninggal
TRIBUN-MEDAN.com - Mengharukan kejadian yang dialami wanita ini.
Korban kerap mengalami penganiayaan oleh suaminya, hingga akhirnya meninggal.
Dia tidak kuat menanggung sakit yang dialaminya.
Diketahui sebelum meninggal dunia, korban sempat berpesan kepada putrinya.
• Sudah 325 Perawat Meninggal Akibat Covid-19, Tenaga Medis Kelelahan, Jumlah Penderita Covid Melonjak
Pesan dari korban ke anaknya tersebut menyedihkan.
Dalam kondisi kritis itu, sang ibunda meminta Juniarti menjaga adiknya baik-baik.
• Sudah 325 Perawat Meninggal Akibat Covid-19, Tenaga Medis Kelelahan, Jumlah Penderita Covid Melonjak
”Saya tidak kuat lagi anakku, kamu dan adikmu hidup saja dengan bapakmu,” pesan sang ibu sebelum meninggal.
Inilah kisah sedih dari peristiwa seorang suami berinisial JN (37), warga RT 18 Desa Ncera, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tega menganiaya istrinya sampai tewas.
Insiden tersebut terjadi saat JN dan istrinya Sarifah cekcok di rumah mereka, di RT 18 Desa Ncera, Rabu (23/4/2021), sekitar pukul 19.00 Wita.
Atas perbuatannya, JN kemudian ditangkap polisi dan kini mendekam di penjara.
Terkait insiden itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, kronologi paristiwa itu bermula saat si suami menganiaya istrinya Sarifah, di hari kejadian.
Dia menganiaya sang istri beberapa kali menggunakan tangan.
”Sehingga korban jatuh tersungkur,” jelasnya, Jumat (25/6/2021).
Tidak terima atas pemukulan itu, korban berusaha melawan pelaku dengan cara menarik bagian sensitif pelaku.
Tapi nahas, si suami justru kembali menganiaya istrinya dengan cara lebih keji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wanita-dianiaya-penganiayaan.jpg)