KONDISI INDIA Dalam 24 Jam Terakhir 1.329 Orang Meninggal akibat Kasus Baru Covid-19

Pandemi Covid-19 belum berlalu. India yang disebut negara terparah akibat serangan covid-19 mencatat jumlah kematian masih tinggi

Editor: Salomo Tarigan
eva.vn
Indoa Kewalahan menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pandemi Covid-19 belum berlalu.

Bagaimana kondisi India terkini hingga penyebaran virus corona varian Delta

India yang disebut negara terparah akibat serangan covid-19 mencatat jumlah kematian masih tinggi

Data terkini 51.667 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, pada Kamis (25/6/2021) waktu setempat.

BERITA POPULER: Artis Paramitha Rusady Berubah, Menghawatirkan Sebaran Virus Delta Covid-19

Dalam rentang waktu yang sama, 1.329 orang meninggal karena Covid-19, menurut data yang dirilis oleh kementerian kesehatan India, seperti dilansir dari The Star, Jumat (25/6/2021).

Ini adalah hari kedelapan berturut-turut dalam dua bulan terakhir ketika korban tewas berada di bawah angka 2.000 orang.

India sempat melaporkan pada Selasa (22/6/2021), 42.640 kasus baru infeksi Covid-19 selama 24 jam terakhir.

Dilaporkan angka itu adalah terendah dalam hampir tiga bulan terakhir,

Baca juga: GEJALA BARU Covid-19 Varian Delta Seperti Flu, Jangan Kira Sakit Biasa, Lihat Tanda Gejala Virus Ini

Adapun total kasus Covid-19 di negara Asia Selatan itu kini mencapai 29,98 juta orang.

Sementara total korban jiwa berada di angka 389.302 orang setelah terjadi penambahan 1.167 dalam semalam.

Kampaye vaksin virus corona

Bulan ini, India menggencarkan kampanye vaksinasi virus corona kepada semua orang yang berusia 18 tahun ke atas.

Namun, belum dapat memenuhi permintaan vaksin meskipun menjadi salah satu produsen vaksin terbesar di dunia.

India telah menginokulasi rakyatnya dengan vaksin AstraZeneca yang diproduksi secara lokal di Serum Institute of India, Covaxin yang dibuat oleh perusahaan lokal Bharat Biotech dan telah mulai meluncurkan Sputnik V Rusia.

GEJALA BARU Covid-19 Varian Delta Seperti Flu, Jangan Kira Sakit Biasa, Lihat Tanda Gejala Virus Ini

Perdana Menteri Narendra Modi menghadapi kritik atas kegagalan untuk mengamankan vaksin karena hanya sekitar 3 persen dari 1,3 miliar populasi India telah sepenuhnya divaksinasi, tingkat terendah di antara 10 negara dengan kasus terbanyak.

Untuk memenuhi permintaan domestik, India menghentikan sementara ekspor vaksin pada bulan Maret, setelah menyumbangkan atau menjual lebih dari 66 juta dosis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved