Akibat Keluarga Banyak Permintaan, Wanita Hamil 5 Bulan Ini Syok Batal Nikah 2 Hari Sebelum Resepsi

Hanya tinggal dua hari lagi pernikahan, seorang pengantin pria tiba-tiba meminta batal nikah, membuat pengantin wanita begitu kaget.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Hanya tinggal dua hari lagi pernikahan, seorang pengantin pria tiba-tiba meminta batal nikah, membuat pengantin wanita begitu kaget. 

Dia juga tulus mempersiapkan pernikahan.

Namun, dalam prosesnya, pihak keluarga mempelai wanita terus menerus membuat permintaan yang berlebihan untuk menantang pernikahan itu.

Membuat pihak mempelai pria merasa frustrasi dan kesal ketika tidak bisa memenuhinya.

Pengantin pria mengatakan, keluarga pengantin wanita menantangnya untuk menikah dengan mahar 80.000 yuan (lebih dari Rp 178).

Sementara dia mencoba bernegosiasi, tetapi paling banyak hanya 50.000 yuan (Rp111 juta).

Keluarga pengantin wanita juga banyak mengajukan tuntutan lain kepada pengantin pria.

Hanya tinggal dua hari lagi pernikahan, seorang pengantin pria tiba-tiba meminta batal nikah, membuat pengantin wanita begitu kaget.
Hanya tinggal dua hari lagi pernikahan, seorang pengantin pria tiba-tiba meminta batal nikah, membuat pengantin wanita begitu kaget. (eva.vn)

Misalnya, selain pernikahan di Chongqing, pernikahan lain juga harus diadakan di Anhui.

Pengantin pria mencoba bernegosiasi dengan keluarga pengantin wanita, tetapi tidak bisa, sehingga dia harus membatalkan pernikahan tersebut.

Menurutnya, akta nikah belum dibuat. Sehingga pembatalan nikah menjadi lebih sederhana dan cepat.

Melihat sikap pembatalan pengantin pria yang terlalu keras, pengantin wanita membungkuk dan meminta maaf kepadanya melalui WeChat.

Baca juga: Tanggal Pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora, Rangkaian Acara bakal Ditayangkan di Televisi

Baca juga: Sewa Gajah Jemput Mempelai Wanita Biar Mewah, Pernikahan Sejoli Ini Jadi Hancur Karena Gajah Ngamuk

Namun hal itu masih tetap tidak bisa mengubah keputusan pengantin pria.

Pada akhirnya kedua belah pihak berunding, memutuskan untuk membatalkan pernikahan dan membiarkan gadis itu mengakhiri kehamilannya.

Namun, gadis itu tidak setuju karena janin sudah berusia lebih dari 5 bulan.

Aborsi dapat mempengaruhi kesehatan reproduksinya di kemudian hari.

Bahkan bisa membahayakan hidupnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved