Percaya Karena Bersertifikat Profesional, Pasutri Ini Telan Pil Pahit Bayinya Tewas Disiksa Pengasuh

Sepasang suami istri harus menelan pil pahit lantaran memperkerjakan seorang pengasuh anak.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
The Asian Parents
Seorang pengasuh pukul bayi 10 bulan lantaran menangis. Bayi tersebut mengalami trauma dan memar hingga meninggal dunia. Foto ilustrasi. 

Ternyata pengasuh tersebut tidak merawat anaknya.

Sebaliknya, ia menjadi mudah marah ketika anak itu menangis, bahkan memukul, menampar dan melempar anak itu seperti mainan.

Istri Tian mengirim video pengasuh yang menyiksa anaknya ke beberapa blogger terkenal di China untuk meminta bantuan. 

Bayi umur 7 hari alami kejang-kejang dan kritis setelah tali pusarnya dipotong pakai pisau dapur.
Pengasuh kejam siksa bayi yang baru berusia 6 hari karena menangis. (freepik)

Video itu dibagikan dengan cepat dan menarik perhatian banyak orang.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. 

Tian memberi tahu polisi bahwa pengasuh bernama Wang itu memukul lengan, kaki, dan bokong putranya. 

Tian dan saudara laki-lakinya juga pergi ke pusat pekerjaan yang memperkenalkan pengasuh Wang kepadanya dan istrinya untuk mengeluh tentang perilaku Wang. 

Baca juga: Kisah Arumi Bachsin dengan Emil Dardak, Dinikahi Umur 19 Tahun: Tertarik dengan Masa Depannya

Baca juga: Beri Tanggapan Soal Penangih Utang Orang Tuanya, Atta Halilintar: Sama Bank Aja Aku Enggak Punya

Kedua belah pihak dikatakan telah bertengkar di luar tempat itu.

Polisi mengatakan Wang hendak pergi pada saat itu, tetapi Tian, ​​​​karena marah, mennghancurkan mobil Wang.

Tindakan Tian membuat Wang takut dan membuatnya melaporkannya.

Netizen yang mengetahui cerita itu marah, mengatakan bahwa tindakan Wang tidak dapat diterima. 

Sementara itu, beberapa orang merasa sulit untuk memahami, tidak tahu mengapa Tian dan istrinya dengan aman menyerahkan bayi mereka yang berusia 6 hari kepada orang asing.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved