Kasus Rudapaksa Siswi SMA

KASUS Rudapaksa Siswi 16 Tahun, Ini Pengakuan Petugas Hotel hingga Adanya Kejanggalan

Saat itu pelaku memesan kamar hotel dengan fasilitas kamar, televisi dan pendingin ruangan dengan harga Rp 185.000.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Fredy Santoso
TKP RUDAPAKSA - Suasana hotel yang diduga menjadi tempat rudapaksa seorang anak di bawah umur berinisial T (16) di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/6/2021). (Tribun-medan.com/ Fredy Santoso) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Fredy Santoso

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang sopir taksi online diduga merudapaksa seorang pelajar wanita inisial T (16) yang sekaligus penumpangnya.

Berdasarkan keterangan penasihat hukum korban, pelaku memaksa korban untuk memenuhi berahinya.

Bahkan pelaku sempat melakukan pengancaman dan penganiayaan terhadap korban.

Namun, pengakuan berbeda datang dari petugas room servis hotel yang saat itu berada di lokasi.

Rahmat mengatakan tidak ada keributan saat keduanya memasuki kamar hotel.

Bahkan, ia menyebutkan ketika keduanya turun dari mobil terlihat baik-baik saja tanpa menunjukkan tanda-tanda paksaan.

Seorang pelajar perempuan kelas dua SMA berinisial T (16) di Medan, menjadi korban aksi rudapaksa seorang sopir taksi online pesanannya sendiri.
Seorang pelajar perempuan kelas dua SMA berinisial T (16) di Medan, menjadi korban aksi rudapaksa seorang sopir taksi online pesanannya sendiri. (Istimewa)

"Kalau sih cewe teriak minta tolong pasti kami tolong. Ini sama sekali gak ada dengar. Nampak biasa aja. Seperti pasangan gitu, akrab," Kata Rahmat saat ditemui di hotel tempatnya bekerja, di Jalan Jamin Ginting, Medan. Rabu (23/6/2021).

Kata Rahmat, seandainya ada tindakan kekerasan ataupun paksaan mereka akan sigap menolong.

Sebab, ia menceritakan pernah ada peristiwa seorang wanita menolak menginap di hotel bersama seorang pria.

Saat terjadi keributan mereka langsung membawa wanita itu ke pos keamanan dan menyuruh pria itu pergi.

Sementara sang wanita disuruh menghubungi keluarga atau kerabatnya untuk menjemput.

"Perempuan itu biasa saja. Seperti yang kita tonton di CCTV. Malah seperti gandengan kan," Ucapnya.

Berdasarkan rekaman CCTV, pria yang diduga pelaku keluar dari kamar hotel sekitar setengah jam setelahnya.

Ia terlihat keluar menggunakan tas selempang di dadanya dan meninggalkan lokasi seorang diri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved