TRIBUNWIKI

SOSOK Septian Nainggolan, Pengagas Festival Tuak, Galakkan Kecintaan Akan Minuman Tradisional

Ternyata, saat ia merantau jauh, ia melihat banyak hal yang punya peluang dikembangkan di kampung halamannya.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Septian Nainggolan 

Septian Nainggolan, Pulang ke Kampung Untuk Galakkan Kecintaan Akan Minuman Tradisional Tuak

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Pemuda yang lahir di Kecamatan Nainggolan Septian Nainggolan ternyata punya ketertarikan tersendiri terhadap minuman tradisional Batak Toba, tuak.

Kecintaannya akan tuak, ia perlihatkan dengan aneka gagasan melestarikan tuak.

Kegiatan terakhir yang ia gagas adalah mengadakan festival tuak pada Jumat (4/6/2021) hingga esoknya, Sabtu (5/6/2021).

Ternyata, saat ia merantau jauh, ia melihat banyak hal yang punya peluang dikembangkan di kampung halamannya.

Nah, pandemi Covid-19 ternyata membuat cerita yang berbeda bagi dirinya.

Baca juga: Mulai Goyang-goyang, Jembatan di Belakang Rumah Dinas Wali Kota Binjai Membahayakan

Akibat pandemi Covid-19 tersebut, ia pulang kampung sebab kegiatan di perantauan terganggu dan yakin bahwa membangun kampung adalah panggilan hidupnya.

Mimpi membangun kampungnya sudah ia bangun sejak dulu, baik saat ia kuliah di Medan hingga merantau ke metropolitan.

"Sebelumnya, saya sudah merantau dan yang terakhir di Jakarta. Dan karena Covid-19, aktivitas di sana terganggu. Dan sebelum merantau, saya juga ikut mendukung kegiatan kaum muda di sini," ujar Septian Nainggolan.

Ia juga seorang yang aktif memotivasi kaum muda melakukan kegiatan berbau budaya dan pariwisata. Ia melancong ke daerah perantauan sejak tahun 2006 dan kemabli ke kampung halaman pada bulan Juli 2020.

"Kita aktif melakukan kegiatan, misalnya wisata, olahraga, dan kegiatan sosial lainnya. Mulai pergi dari kampung halaman itu sejak tahun 2006. Begitu tamat dari SMA dari kampung, saya menetap di Medan," sambungnya.

Sejumlah daerah yang ia jalani menjadi sumber inspirasi membangun kampung halamannya di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Baca juga: DRIVER OJOL KENA BEGAL di Jalan Bersama, Pelaku Tikam Korban 2 Kali dan Bawa Kabur Motor Nmax

"Tahun 2015, saya ke Batam. Tahun 2016, saya ke Bali dan dari sana saya langsung ke Jakarta. Dah lumayan lama lah. Saya balik ke kampung bulan Juli tahun lalu," terangnya.

Secara tegas ia sampaikan bahwa kampung halaman yang berada di kawasan Danau Toba miliki potensi pariwisata yang amat mumpuni.

"Dan memang niatnya mau tinggal di kampung untuk membangun bona pasogit. Karena potensi yang ada di sini juga tak kalah banyak dari potensi-potensi yang ada di luar gitu," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved