Dirudapaksa di Usia 12 Tahun dan Dijual Jadi PSK, Valerie (40) Malah Mengakhiri Hidupnya di Penjara
Ia dituduh telah membunuh ayah tirinya, yang memerkosanya sejak kecil, hingga pria itu menjadi suami sekaligus sebagai germonya.
TRIBUN-MEDAN.COM – Hidup bagi Valerie Bacot (40) mengakhiri penderitaan yang sudah dialaminya sejak usia 12 tahun.
Valerie Bacot membunuh pria yang merudapaksa dirinya selama bertahun-tahun.
Valerie Bacot diadili di Chalon-sur-Saone, di wilayah Burgundy tengah Prancis, Senin (21/6), dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang.
Ia dituduh telah membunuh ayah tirinya, yang memerkosanya sejak kecil, hingga pria itu menjadi suami sekaligus sebagai germonya.
Kasus ini telah memobilisasi pembelaan terhadap perempuan melawan kekerasan laki-laki, dengan ratusan ribu orang menandatangani petisi agar Valerie Bacot dibebaskan.
"Saya harus mengakhirinya," tulis Valerie Bacot dalam bukunya yang berjudul "Everybody Knew".
“Saya takut, sepanjang waktu,” katanya.
Bacot berusia 12 tahun Ketika ayah tirinya, Daniel Polette, yang 25 tahun lebih tua darinya, memperkosanya untuk pertama kali.
Setelah dipenjara karena perbuatannya, ternyata ayah tirinya kembali ke keluarganya. Dan mimpi buruk Valerie Bacot kembali terulang.
Ia menjadi korban pemerkosaan berantai.
Pada usia 17, Bacot hamil. Alih-alih dilindungi, ia justru diusir dari rumah oleh ibunya yang pecandu alkohol, dan tinggal bersama Polette.
Pada satu ketika, Polette yang juga seorang peminum berat menjadi semakin ganas, menyerangnya dengan palu.
Polette kemudian memerintahkannya untuk bekerja sebagai PSK bagi pengemudi truk yang lewat.
Penyelidik menetapkan bahwa Polette mengancam akan membunuhnya jika dia menolak, menodongkan pistol ke arahnya berkali-kali.
Ketika Polette mulai menanyai putrinya yang berusia 14 tahun, Karline, tentang seksualitasnya yang sedang berkembang, Bacot memutuskan bahwa "ini harus dihentikan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/valerie-bacot.jpg)