News Video
MOMEN Gubernur Edy Rahmayadi Kendarai Becak Motor saat Kunker di Mandailing Natal
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengendari becak motor saat kunkuer di Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu (19/6/2021)
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Tonton video:
Edy Rahmayadi Push Up
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah berusia 60 tahun, namun fisiknya tergolong cukup bugar.
Pria kelahiran 10 Maret 1961 ini memang rutin berolahraga, termasuk saat melakukan kunjungan ke daerah.
Saat kunjungan ke Padang Lawas Utara misalnya, mantan Pangkostrad itu menantang anggotanya push up.
Meski usiahnya terpaut jauh dari para anggota, Edy Rahmayadi tak kalah bugar.
Tanggannya masih sangat kuat menopang tubuhnya.
Baca juga: Edy Rahmayadi Janji Bangun Nias Lewat Upaya Pendirian 98 Sekolah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Baca juga: DAFTAR 18 Pejabat Eselon III Pemprov Sumut yang Dilantik, Gubernur Edy Rahmayadi: Kalian Harus Loyal
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Padanglawas (Palas) pada Selasa (15/6/2021).
Dalam kunjungannya itu, Gubernur Edy meresmikan instalasi pembibitan sapi potong yang berada di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Barumun Selatan.
Edy menyebutkan, bahwa produksi daging sapi di Sumut saat ini hanya mencukupi 23 persen dari kebutuhan masyarakat. Sehingga dengan peresmian ini, lokasi yang memiliki kandang seluas enam hektar, dan dapat menampung sekitar 300 ekor sapi itu, ke depan mampu memenuhi kebutuhan daging di Sumut.
"Kita (Sumut) kekurangan daging, untuk itu, kehadiran instalasi pembibitan ternak sapi potong ini diharapkan dapat menggenjot produksi daging sapi kita," kata Edy, Selasa.
Sambung Edy, bahwa Kabupaten Palas dinilai cocok sebagai lahan peternakan. Terlebih, dahulunya pada saat pemerintahan kolonial Belanda, daerah tersebut pernah dijadikan sebagai wilayah ternak.
"Kalau kita belajar sejarah Riau, dulu daging itu datangnya dari sini (Palas), bahkan Aceh dari sini. Apalagi Tabagsel semua dari sini. Daerah ini (Palas) sejak dulu didesain memang untuk pertanian dan ternak," ungkap Edy.
Ia pun berharap, agar kabupaten maupun kota lainnya di Sumut dapat mengembangkan wilayahnya sesuai potensi yang dimiliki.
"Kepala daerah harus memahami potensi wilayahnya masing-masing, sehingga dapat dikembangkan menjadi keunggulan daerah," sebutnya.