Tim BKSDA Sumut Temukan Bekas Ikatan Pada Leher Monyet yang Menyerang Warga
Warga mengaku kerap melihat monyet ini berkeliaran. Namun, tidak berani menangkap, karena suka menggigit dan mencakar.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Tommy Simatupang
BKSDA pun meyakini bahwa hanya ada satu ekor monyet yang menyerang warga. Monyet ini diduga bekas peliharaan warga yang selama ini sudah terbiasa diberi makan, tanpa harus berburu.
"Di tubuh monyet yang ditembak warga, hasilnya teridentifikasi ada bekas ikatan. Ini diduga monyet pernah dipelihara oleh warga yang lepas. Karena biasa dikasih makan dan jadi liar lagi, itu lah yang buat dia jadi beringas. Dia terbiasa dekat dengan manusia. Makanya karena tidak diberi makan dia beringas,"pungkasnya.
Enam Korban
Berdasarkan penuturan warga sudah ada enam orang yang menjadi korban keganasan hewan primata ini. Warga juga sudah pernah melaporkan ini kepada pihak kelurahan. Warga juga sering melihat monyet ini berkeliaran. "Monyet peliharaan orang kayaknya, tetapi di pinggangnya ada bekas ikatan. Sudah melaporkan ke lurah bekum ada tanggapan," kata Hamdani, paman dari Rangga korban gigitan monyet.
Dani juga mengungkapkan korban lain juga pernah digigit saat hendak mengusir monyet ini. Monyet ini, katanya sulit ditangkap, karena sangat beringas. "Monyet itu selama ini liar, sudah berulang kali coba ditangkap tapi selalu lolos. Sulitnya karena menggigit yang mau nangkap," kata Dani.(dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seekor-monyet-yang-serang-dan-gigit-warga.jpg)