Tim BKSDA Sumut Temukan Bekas Ikatan Pada Leher Monyet yang Menyerang Warga

Warga mengaku kerap melihat monyet ini berkeliaran. Namun, tidak berani menangkap, karena suka menggigit dan mencakar.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Tommy Simatupang
Tribun Medan/Dedy
Seekor monyet yang serang dan gigit warga telah ditembak mati dengan senapan angin warga Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bocah berumur 11 tahun, Rangga, tak menyangka seekor monyet tiba-tiba datang menyerang dan menggigit kakinya. Tepatnya, pada betis bagian kanan. Gigitan itu membuat betis Rangga berlubang. Rangga telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Rangga menerima 20 jahitan dan suntik anti rabies. 

Paman Rangga, Hamdani, menceritakan keponakannya itu sedang bermain memanjat pohon di dekat rumahnya di Kecamatan Medan Labuhan. Ia yang sedang memanjat tiba-tiba mendapatkan cakaran dan gigitan dari monyet berbulu hitam bercampur keabu-abuan itu. Ternyata, monyet yang tidak tahu asalnya itu mengikuti Rangga yang sedang memanjat pohon.

"Kejadian itu kemarin Kamis (17/6) pukul 15.00WIB sore. Dia manjat ke pohon, ada pohon kecil di sini. Tiba-tiba monyet itu manjat juga, langsung gigit. Betisnya lah koyak 20 jahitan," Kata Hamdani di rumahnya di Kampung Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (18/6/2021). 

Keluarga langsung membawa Rangga ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kata Hamdani, luka yang diterima dari serangan monyet itu cukup parah.

Sebelumnya, warga sudah menembak mati monyet beringas ini dengan senapan angin. Warga menembak monyet ini tepat pada bagian perut sebelah kanan.

Warga mengaku kerap melihat monyet ini berkeliaran. Namun, tidak berani menangkap, karena suka menggigit dan mencakar.

“Tadi ditembak warga pakai senapan, mati dan langsung dikubur di halaman sekolah. Sebelum dikejar-kejar warga, monyet itu sempat main di sekolah, sempat monyet itu buka toples makan roti," kata penjaga sekolah, Ratno.

Ratno yang sudah menahun menjaga sekolah, menceritakan bahwa hanya satu monyet saja yang kerap meresahkan warga.

"Sebenarnya ada banyak monyet lainya, tapi cuma satu ini saja yang suka menyerang anak-anak sekolah. Sudah banyak korbannya. Mungkin karena sudah pernah dipelihara, jadi pas liar dia kebiasaan datangi orang, mungkin karena makanan juga," jelasnya.

Kejadian ini telah membuat heboh warga sekitar. Warga berbondong-bondong mengejar hewan ini. Warga pun sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kelurahan.

Baca juga: Kasat Narkoba Polres Jayapura Iptu Hotma PA Manurung Nikahi Putri Bungsu Komjen Paulus Waterpauw

Baca juga: Dilaporkan Hilang, Ternyata Siswi SMP Ini Dibawa 2 Pria dan 1 Wanita ke Hotel, Ngaku 4 Kali Dinodai

Sementara, Tim BKSDA Wilayah I sudah terjun langsung ke Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan untuk menyikapi monyet liar yang meresahkan warga.

Tim BKSDA, Mustafa menganalisis, bahwa kawasan monyet liar ini dekat dengan pemukiman warga yang merupakan daerah hutan bakau. Di hutan bakau ini memang cocok menjadi habitat monyet.

"Kawasan pemukiman warga di Kelurahan Nelayan Indah itu memang hutan bakau, dan itu tempat habitat monyet. Jadi menang liar dan bisa masuk ke pemukiman warga," katanya.

Katanya, pihak BKSDA Resort Belawan sudah mengecek lokasi dan meninjau jenis monyet yang menyerang warga. Jenis monyet itu jenis ekor panjang atau Macaca Fascicularis. 

"Jadi monyet itu jenis ekor panjang, dan tim tadi melihat ke lokasi desa memang ada kawasan hutan bakau, yang merupakan habitatnya. Jenis monyet ini tidak dilindungi," katanya. 

BKSDA pun meyakini bahwa hanya ada satu ekor monyet yang menyerang warga. Monyet ini diduga bekas peliharaan warga yang selama ini sudah terbiasa diberi makan, tanpa harus berburu. 

"Di tubuh monyet yang ditembak warga, hasilnya teridentifikasi ada bekas ikatan. Ini diduga monyet pernah dipelihara oleh warga yang lepas. Karena biasa dikasih makan dan jadi liar lagi, itu lah yang buat dia jadi beringas. Dia terbiasa dekat dengan manusia. Makanya karena tidak diberi makan dia beringas,"pungkasnya.

Enam Korban

Berdasarkan penuturan warga sudah ada enam orang yang menjadi korban keganasan hewan primata ini. Warga juga sudah pernah melaporkan ini kepada pihak kelurahan. Warga juga sering melihat monyet ini berkeliaran. "Monyet peliharaan orang kayaknya, tetapi di pinggangnya ada bekas ikatan. Sudah melaporkan ke lurah bekum ada tanggapan," kata Hamdani, paman dari Rangga korban gigitan monyet.

Dani juga mengungkapkan korban lain juga pernah digigit saat hendak mengusir monyet ini. Monyet ini, katanya sulit ditangkap, karena sangat beringas. "Monyet itu selama ini liar, sudah berulang kali coba ditangkap tapi selalu lolos. Sulitnya karena menggigit yang mau nangkap," kata Dani.(dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved