News Video
Salat Jenazah Legenda Bulutangkis Markis Kido
Pebulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia, Senin (14/6/2021) malam, saat bermain bulutangkis
TRIBUN-MEDAN.COM - Pebulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia, Senin (14/6/2021) malam.
Legenda Indonesia itu menghembuskan nafas terakhir saat bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Tangerang, diduga serangan jantung.
Jenazah Markis Kido disemayamkan di rumah duka Jalan Gemak B149, RT 003 RW 009, Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Adapun pemakaman Markis Kido akan dilakukan setelah sang istri, Richasari Pawestri, tiba dari Solo, Jawa Tengah.
Tribun Jakarta sempat merekam momen jenazah Markis Kido disalatkan di Masjid Baitul Muslimin, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Selasa (15/6/2021).
Tonton video:
Baca juga: PROFIL MARKIS Kido Peraih Medali Emas Olimpiade 2008 yang Meninggal, Daftar Prestasi Kido
Baca juga: KRONOLOGI Markis Kido Jatuh saat Bermain Bulu Tangkis dan Meninggal, Diduga Serangan Jantung
Mantan pebulu tangkis kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984, itu dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba Rumah Sakit Omni Alam Sutera sekitar pukul 19.17 WIB.
Mendengar kabar tersebut, Agung Firman Sampurna selaku Ketua Umum PSSI langsung mengucapkan belasungkawa.
Agung Firman Sampurna menilai Indonesia kehilangan sosok pahlawan bulu tangkis setelah Markis Kido berpulang.
"Hari ini keluarga besar bulu tangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido," kata Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna.
"Markis Kido pahlawan bulu tangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulu tangkis dunia."
"Meninggalnya Kido merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulu tangkis Indonesia yang tengah bersiap menghadapi Olimpiade Tokyo," ucap Agung.
"Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan," tutur Agung menambahkan.
Menurut Agung Firman Sampurna, Markis Kido layak disebut pahlawan bulu tangkis Indonesia.
Agung Firman Sampurna secara khusus menyorot keberhasilan Markis Kido meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 saat berpasangan dengan Hendra Setiawan.
Atas dasar itu, Agung Firman Sampurna berharap segala jasa Markis Kido untuk bulu tangkis Indonesia bisa menjadi inspirasi para generasi penerus.
"Dengan prestasi besar seperti juara dunia 2007 di Kuala Lumpur, medali emas Olimpiade Beijing 2008, dan emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, nama Kido begitu harum di pentas dunia," kata Agung Firman Sampurna.
"Kami keluarga besar bulu tangkis Indonesia dan PBSI ikut berdukacita dan merasa kehilangan besar dengan berpulangnya Markis Kido," tutur Agung.
"Semoga suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini bisa menginspirasi para pemain bulu tangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum," ucap Agung menambahkan.
Markis Kido meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri, dan dua orang putri.