MENGUAK DUGAAN Kejanggaan TWK KPK, Komnas HAM Libatkan 3 Ahli, Pimpinan KPK Bersedia Diperiksa

Komnas HAM) akan memeriksa sejumlah ahli terkait dugaan adanya pelanggaran HAM dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Editor: Salomo Tarigan
Dok/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Novel Baswedan dan sejumlah pegawai KPK yang dinyatakan gagal TWK 

TRIBUN-MEDAN.com -Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memeriksa sejumlah ahli terkait dugaan adanya pelanggaran HAM dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan para ahli yang akan diminta keterangannya, terdiri dari tiga latar belakang disiplin ilmu yang berbeda.

Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam (Tangkapan layar kompasTV)

"Jadi ahli kami juga minta pendapatnya, bagaimana terhadap situasi ini semua. Kami sudah menimbang, kurang lebih ada tiga background ahli yang kami libatkan dalam TWK," kata Anam di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021).

Keterangan dari ketiga ahli itu nantinya akan menentukan, apakah proses TWK yang menjadi alat peralihan pegawai KPK menjadi ASN melanggar HAM atau tidak.

"Satu background soal hukum, kedua background psikologi, dan ketiga memang background soal bagaimana sebenarnya nilai-nilai yang dibutuhkan di publik, khususnya nilai-nilai kebangsaan itu dibangun," kata Anam.

Anam masih belum bisa membeberkan lebih jauh siapa saja nama ahli yang bakal diminta keterangannya tersebut.

Namun, ia tak menampik, jika diperlukan, jumlah ahli yang diminta keterangannya bisa kemungkinan bertambah atau berkurang seiring hasil pemeriksaan dari masing-masing pihak yang sejauh ini masih berproses di Komnas HAM.

"Bisa jadi akan lebih, tergantung nanti kontak sama ahlinya, ketika ahlinya memang bisa menjawab karena bantuannya, bisa berkurang, tapi kalau ada ahli merekomendasikan ahli yang lain, ya bisa lebih," ujar Anam.

Selain itu Anam mengatakan bahwa pimpinan KPK bersedia memenuhi panggilan Komnas HAM untuk diklarifikasi terkait dugan pelanggaran dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Firli Bahuri (Ketua KPK) dkk berencana mendatangi Komnas HAM pada Kamis (17/6/2021) pekan ini.

"Jadi Kamis besok kolega kami, KPK akan datang, akan mempersiapkan apa saja yang memang dibutuhkan untuk proses pendalaman, proses informasi, proses klarifikasi, dan mungkin juga akan disiapkan oleh teman-teman KPK proses penjelasan yang lebih komprehensif," kata Anam.

"Terjadi dialog antara kami, Komnas HAM saya sendiri sama Pak Gatot sama tim lain dengan biro hukum KPK. Terus disepakati soal waktu, saya ulangi lagi disepakati soal waktu, waktunya hari kamis jamnya belum ditentukan. Apa saja yang perlu disiapkan sudah kami jelaskan, konteks pemanggilan sudah kami jelaskan," tambahnya.

Anam mengharapkan pihaknya bisa menggali keterangan terkait polemik peleksanaan TWK.

Hal ini juga sekaligus untuk mengklarifikasi data-data yang didapat Komnas HAM dari sejumlah pihak, termasuk pihak pelapor yakni 75 pegawai KPK yang gagal TWK.

"Semoga pertemuan hari kamis tersebut pengambilan keterangan benar-benar terjadi. Kami di Komnas HAM mendapatkan informasi yang banyak, itu harapannya, dan mendapatkan klarifikasi yang banyak itu harapan mendapatkan penjelasan yang lebih konperhensif itu juga harapannya," ucap Anam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved