Ketika TNI-Polri Baku Tembak Selama Satu Jam Menjelang Malam dengan KKB-OPM di Bandara Ilaga
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM di Papua dikabarkan sempat akan menguasai Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sejak Kamis.
Sementara, dari pihak KKB- OPM mengklaim telah menembak mati ajudan Bupati Puncak Willem Wandik.
Hal itu dikatakan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang dilansir dari media sosial Sabtu (5/6/2021).
Sebby mengatakan, pihaknya melakukan penembakan di kawasan bandara di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
"Kami sangat mengetahui bahwa ajudan Bupati Wilem Wandik adalah anggota militer atau polisi Indonesia, maka kami tembak dan TPNPB bertanggung jawab atas penembakan ini, dan juga bakar bandara di Ilaga," tulis Sebby.
"Kami serang militer dan polisi Indonesia di Bandara Ilaga, kami lakukan kontak senjata dan kami juga bakar bandara di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua," lanjut Sebby.
1.700 Warga Mengungsi

Kepala Perwakilan KOMNAS HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey (jaket coklat) menemui warga Puncak yang tengah mengungsi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (1/6/2021). (DOK FRITS RAMANDEY)
Situasi keamanan yang kurang kondusif di Kabupaten Puncak, Papua, selama dua bulan terakhir membuat masyarakat dari 13 kampung mengungsi ke Distrik Ilaga.
Masyarakat takut menjadi korban dari kontak senjata antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
"Memang ada 1.700 warga yang mengungsi di Ilaga, tapi menurut saya mereka bukan mengungsi, tetapi hanya mengamankan diri untuk sementara," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.
Warga yang mengungsi itu berasal dari tiga distrik, yakni Distrik Ilaga, Ilaga Utara, dan Mabugi.
Namun Fakhiri menyebut, sebagian pegungsi sudah mulai kembali ke kampungnya masing-masing.
"Mereka ini mengamankan diri dari gangguan KKB wilayah puncak. KKB biasa menjadikan perkampungan warga sebagai tempat untuk mengumpulkan logistik mereka," kata dia.
Untuk mengantisipasi KKB kembali mencari logistik di perkampungan, Fakhiri memastikan personel keamanan yang telah ditempatkan di beberapa titik strategis tidak akan ditarik sehingga lokasi tersebut akan steril dari KKB.
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Kepala Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Wilayah Papua, Frits Ramandey mengaku telah menemui para pengungsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/badandajfkangga.jpg)