FN (15) Sampai Kabur dari Rumah, Gadis SMP tak Tahan 5 Bulan Ditiduri Sepupu Bejat
Semua terungkap setelah FN yang masih berstatus siswi SMP kabur dari rumah setelah tak tahan selama lima bulan terus ditiduri sepupunya, PT alias Jefr
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi.
Kali ini korbannya adalah FN (15).
Semua terungkap setelah FN yang masih berstatus siswi SMP kabur dari rumah setelah tak tahan selama lima bulan terus ditiduri sepupunya, PT alias Jefri.
Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya soal Siswi SMP Meninggal Dunia setelah 6 Jam Dinikahkan
Dia adalah siswi siswi SMP di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban pencabulan sepupunya sendiri, berinisial PT alias Jefri (23), warga Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
"Siswi SMP ini dicabuli sepupunya sejak Bulan Januari hingga Mei 2021 atau selama lima bulan," ungkap Wakapolres Malaka Kompol Ketut Saba, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (4/6/2021).
Peringatan: artikel ini berisi penjelasan rinci tentang kekerasan kekerasan sekseual yang mungkin mengganggu sebagian pembaca
Baca juga: Viral Video Siswi SMP Setengah Telanjang Open BO dengan Tarif Rp 200 Ribu, Kini Diamankan Polisi
Kasus tersebut, kata Saba, telah dilaporkan ke Mapolres Malaka, dengan nomor LP/B/29/VI/2021/SPKT/ Polres Malaka/Polda NTT, 1 Juni 2021.
Saba menuturkan, sejak tahun 2017 lalu, korban tinggal bersama orangtua pelaku, karena masih memiliki hubungan keluarga alias sepupu dengan pelaku. "Orangtua korban selama ini tinggal di Timor Leste," kata Saba.
Korban pertama kali dicabuli pada Kamis (12/1/2021) sekitar pukul 07.00 WITA di dalam kamar rumah mereka.
Ketika itu, pelaku mendatangi korban di kamar dan rumah pun dalam keadaan sepi.
Baca juga: Siswi SMP Pemeran Video Tanpa Busana Mengaku Ketagihan S3ks Gegara Keseringan Nonton Film Dewasa
Pelaku lantas memaksa korban melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri yang sah.
Karena takut dengan ancaman, korban akhirnya menuruti kemauan pelaku.
"Setelah kejadian pertama di awal bulan Januari ini, hampir setiap hari pelaku menyetubuhi korban," ungkap Saba.
Kejadian terakhir terjadi pada tanggal 23 Mei 2021 lalu di rumah pelaku.
Pelaku selalu memanfaatkan situasi saat tak ada orang di dalam rumah.
Baca juga: KECANDUAN GAME ONLINE, Siswi SMP di Banyumas Meninggal Kena Gangguan Mental Organik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-gadis_20171102_183738.jpg)