News Video
Detik-detik Seorang Pria Kena Serangan Jantung saat Main Bulutangkis
Beredar video detik-detik seorang pria kena serangan jantung saat bermain bulutangkis.
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: M.Andimaz Kahfi
Kemudian, beberapa orang lainnya yang berada disekitar lokasi berusaha membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Belum diketahui pasti, apakah korban yang terkena serangan jantung selamat.
Kita doakan saja ya, semoga korban selamat dan bisa beraktivitas kembali.
Dilansir dari Kompas.com, banyak kita dengar kasus kematian mendadak pada orang-orang yang aktif berolahraga, bahkan seorang atlet.
Sebagian besar kasus dikaitkan dengan serangan jantung.
Menurut data di Amerika Serikat, sekitar 1 dari 50.000 kematian mendadak terjadi pada atlet.
“Pada atlet kebanyakan terjadi karena henti jantung mendadak atau cardiac arrest, yaitu kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan efektif,” kata dokter spesialis jantung dr.Ario Soeryo Kuncoro Sp.JP dalam diskusi virtual yang diadakan oleh Heartology RS.Brawijaya Jakarta (8/5/2021).
Cardiac arrest bisa dipicu oleh berbagai sebab, mulai dari gangguan irama jantung, serangan jantung, atau pun penumpukan cairan di selaput jantung.
Ario menjelaskan, faktor-faktor yang meningkatkan risiko kematian mendadak karena jantung antara lain kebiasaan merokok, berjenis kelamin laki-laki, gangguan kolesterol, hingga ada riwayat penyakit ini dalam keluarga.
Selain itu, ada penyebab lain yang juga sering tidak terdeteksi, yakni gangguan pada otot jantung.
“Pada olahragawan justru aktivitas olahraganya bisa menyebabkan penebalan otot jantung yang berkembang menjadi penebalan tidak normal. Hal ini membuat aliran darah tidak efisien,” ujarnya.
Kelainan otot jantung tersebut salah satunya bermanifestasi sebagai gangguan irama yang dapat menggangu fungsi jantung.
Akibatnya, pencinta olahraga ini terancam resiko henti jantung mendadak atau mati mendadak.
Deteksi dini
Pencegahan dan deteksi dini kematian mendadak, menurut Ario, tidak mudah karena diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh dengan biaya relatif besar.