Teringat Pesan Menyentuh Soeharto Sebelum Meninggal Dunia, Ada Cerita Pizza dan Lagu saat Ultah

Kisah Soeharto sebelum meninggal dunia diceritakan oleh anak tertua Soeharto dan Tien Soeharto, Siti Hardiyati Hastuti atau Tutut Soeharto.

kompas.com
Soeharto - Teringat Pesan Menyentuh Soeharto Sebelum Meninggal Dunia, Ada Cerita Pizza dan Lagu saat Ultah 

"Saya mau menghadap kiblat."

Baca juga: Berani Tegur Soeharto di Meja Biliar, Tak Ada yang Menduga Nasib Jenderal Kopassus Begini Jadinya

Ada sejumlah keanehan di rumah milik Presiden Soeharto di Kalitan, Solo, Jawa Tengah.
Ada sejumlah keanehan di rumah milik Presiden Soeharto di Kalitan, Solo, Jawa Tengah. (Istimewa)

Untuk memenuhi keinginan ayahnya, Sigit Harjojudanto memutarkan kasur Soeharto agar menghadap kiblat.

Menariknya satu hari sebelum meninggal, Soeharto berpesan kepada Tutut.

Ia meminta Tutut mendekat ke arahnya.

"Bapak mau bicara. Dengarkan baik-baik," ucapnya lirih.

Ketika itu Tutut masih bingung akan permintaan Soeharto.

"Bapak sudah tidak kuat lagi. Bapak ingin menyusul ibumu," kata Soeharto.

Baca juga: Nasib Rumah Cendana Soeharto, Dulu Kawasan Elite dan Megah, Kini Genteng Sang Jenderal Berlumut

Mendengar ucapan Soeharto, Tutut langsung merinding. Ia optimis sang ayah dapat sembuh kembali.

Tak sampai di situ, Soeharto berpesan supaya Tutut menjaga kerukunan Keluarga Cendana.

"Kamu dengarkan, wuk. Kamu anak bapak yang paling besar, sepeninggal bapak nanti, tetap jaga kerukunan kamu dengan adik-adikmu, cucu-cucu bapak dan saudara-saudara semua.

Presiden Soeharto naik motor nasional SMI Expressa yang dikawal ketat Paspampres.
Presiden Soeharto naik motor nasional SMI Expressa yang dikawal ketat Paspampres. (Istimewa)

Kerukunan itu akan membawa ketenangan dalam hubungan persaudaraan, dan akan memperkuat kehidupan keluarga. Selain itu Allah menyukai kerukunan.

Ingat pesan bapak... tetap sabar dan jangan dendam. Allah tidak sare (tidur)," ujar Soeharto.

Tak kuasa menahan air matanya, Tutut kemudian menangis.

Baca juga: Sama-sama Pernah Dihujat, Mantu Presiden Soeharto, Mayangsari bak Beri Pesan Ini pada Nissa Sabyan

Soeharto memegang tangan Tutut sambil berucap, "jangan sedih, semua manusia pasti akan kembali kepada-nya. Tinggal waktunya berbeda. Bapak tidak akan hidup selamanya. Kamu harus ikhlas, Insya Allah kita akan bertemu suatu saat nanti, di alam lain.

Dekatlah dan bersenderlah selalu kalian semua hanya kepada Allah. Karena hanya Dia yang pasti bisa membawa kita ke surga. Doakan bapak dan ibumu."

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved