PRABOWO Pecat Jenderal Bos PT TMI terkait Pembelian Alutsista Rp 1.760 Triliun

Dalam video berjudul: “PAK PRABOWO, TMI YANG AKAN BELI ALUTSISTA 1.760 T ITU PERUSAHAAN PUNYA SIAPA?”, Conny membongkar sejumlah fakta janggal.

Editor: Tariden Turnip
layar tangkap youtube
PRABOWO Pecat Jenderal Bos PT TMI terkait Pembelian Alutsista Rp 1.760 Triliun. Pengamat militer Connie Bakrie buka-bukaan membongkar kejanggalan rencana pembelian alutsista dengan utang Rp 1.760 triliun 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengungkap fakta mengejutkan soal belanja alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dibiayai utang senilai 124,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.760 triliun.

Pengadaan alutsista senilai Rp 1,7 kuadriliun atau sekitar 1.750 triliun dituangkan dalam Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat-Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan TNI 2020 2024.

Dalam video akun youtube akbar faisal uncensored berjudul: “PAK PRABOWO, TMI YANG AKAN BELI ALUTSISTA 1.760 T ITU PERUSAHAAN PUNYA SIAPA?”, Conny terang-terangan membongkar sejumlah fakta yang janggal.

Connie mengkritisi anggaran pemerintah yang dinaikkan 10 kali lipat namun harus dihabiskan dalam waktu yang begitu singkat yaitu 2024.

Selain itu Connie juga menduga ada kejanggalan dalam Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat-Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan TNI 2020 2024.

Antara lain keberadaan PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) yang mengeksekusi pembelian alutsista senilai 124,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.760 triliun, yang direksinya ditunjuk Prabowo.

Menhan Prabowo menyerahkan kapal selam KRI Alugoro-405 pada TNI AL
Menhan Prabowo menyerahkan kapal selam KRI Alugoro-405 pada TNI AL (kemenhan)

Connie mengklaim mendapat informasi petinggi TNI juga hanya mendengar rencana pengadaan alutsista ini tanpa tahu apa saja yang akan dibeli.

Padahal seharusnya pengadaan alutsista berasal dari kebutuhan yang disampaikan user mulai dari komandan satuan hingga asrena tiap matra.

Hasil penelusurannya hingga ke kantor TMI (Teknologi Militer Indonesia) mengungkapkan ketidakyakinannya pekerjaan besar pengadaan alutsista bernilai ribuan triliun.

Bahkan Connie mengungkap dirinya sudah bertemu direksi PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), yang berujung pemecatan sang jenderal.

Connie juga membongkar surat Prabowo yang memerintahkan pembentukan PT TMI dan dalam surat tersebut Prabowo menunjuk langsung direksinya.

Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Rodon Pedrason mengakui ada rencana pengadaan alutsista senilai 124,9 miliar dolar AS dengan pinjaman lunak yang dicicil hingga 28 tahun (lunas 2044) dengan bunga 1 persen dan tidak membebani keuaangan negara.

Sedangkan anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai nyaris seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki Indonesia sudah tua bahkan banyak yang merupakan hibah negara asing.

Karena itu, pengadaan alutsista sebesar Rp1.760 Triliun belum bisa dikatakan ada kerugian negara karena baru sebatas rencana anggaran.

Pesawat tempur Dassault Rafale terlihat di Terminal Selatan Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (21/8/2018).
Pesawat tempur Dassault Rafale terlihat di Terminal Selatan Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (21/8/2018). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

"Karena itu kan baru konsep perencanaan awal, belum masuk pada tahap pembelian/pengadaan. Kerugian negara bagaimana, anggarannya saja kan masih dihitung. Bahkan mendapat persetujuan pun belum," tegasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved