Kasus Covid 19 di Medan

DPRD Minta Satgas Covid-19 Tracing Menyeluruh Terkait Lonjakan Kasus dan Dua Lingkungan Diisolasi

DPRD Kota Medan mendesak Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan segera melakukan tracing menyeluruh pascanaiknya jumlah kasus positif

Editor: Array A Argus
HO
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau lokasi penerapan PPKM mikro di Kecamatan Medan Selayang, Jumat (28/5/2021) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Dua lingkungan di Kota Medan sempat diisolasi karena berstatus zona merah, dan berisi sejumlah penyintas Covid-19 di lebih dari lima rumah dalam satu lingkungan.

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala meminta agar Satgas Covid-19 bergerak cepat melakukan tracing atau penelusuran menyeluruh terhadap warga yang berpotensi ikut terpapar.

"Satu lingkungan kan tidak hanya 16 orang, bisa jadi 100 lebih. Dengan informasi begini warga jadi lebih waspada bahwa ada yang kena, jadi bisa lebih menjaga diri," ujar Rajuddin, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: Patroli Prokes dan Pengawasan PPKM Mikro Berlanjut di Kecamatan Medan Belawan

Ia menuturkan, jika semakin cepat proses identifikasi jumlah kasus dalam satu lingkungan, maka semakin cepat pula warga bisa melakukan antisipasi.

"Kalau warga tahu di lingkungannya ada covid, jadi harus bisa menjaga prokes dengan ketat. Paling tepat sebenarnya dibuat juga mereka melakukan tracing, apakah ada indikasi atau gejala, kalau memang positif diisolasi dan diberikan pengobatan yang sesuai SOP (standar operasional prosedur)," tambahnya.

Menurut dia, pada malam hari atau jam ketika lingkungan diisolasi, kerap terjadi pelanggaran prokes di masyarakat.

Sebab, di jam-jam tersebut masyarakat sering berbaur dan berkumpul.

Dengan adanya pengumuman dua lingkungan yang diisolasi, menurut dia masyarakat menjadi lebih awas dan menjaga diri.

Baca juga: Pantau Keefektifan PPKM Mikro, Satpol PP Kota Medan Tinjau Sejumlah Titik Keramaian

"Cara itu (isolasi lingkungan) salah satu imbauan, tetap menjaga jarak, menjaga prokes, kalau tidak ada mungkin ada yang bergerak. Dengan begini warga waspada," sebutnya.

Ia juga berharap agar Pemko Medan dapat rutin mengabarkan perkembangan kondisi lingkungan yang diisolasi, termasuk jumlah dan kondisi penyintas Covid-19 dalam lingkungan tersebut.

"Supaya kita tau juga apakah semakin baik atau semakin buruk. Jadi masyarakat juga lebis waspada," tuturnya.

Diketahui ada tiga lokasi isolasi lingkungan yakni di Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Pasar IV, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Jalan Eka Rasmi (Depan Perumahan Bumi Johor Sejahtera, masuk dari Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, dan Jalan Eka Rasmi, Simpang Jalan Pipa Kecamatan Medan Johor.

Baca juga: Patuhi Instruksi Gubernur Edy, Bobby Nasution Kerahkan Ribuan Kepling Untuk Pengawasan PPKM Mikro

Wali Kota Medan Bobby Nasution menjelaskan bahwa penerapan isolasi di tingkat lingkungan mengikuti instruksi Mendagri mengenai penerapan PPKM Mikro di tingkat lingkungan.

Isolasi ini, kata Bobby, dilakukan selama tujuh hari dengan membatasi kegiatan masyarakat mulai pukul 7 malam hingga pukul 6 pagi.

"Hari ini kita pertama kali melaksanakan PPKM Mikro yang memang harus kita lakukan. Jadi kegiatan masyarakat di sini akan kita batasi mulai jam 7 malam hingga jam 6 pagi," kata Bobby saat meninjau lokasi isolasi di Jalan Eka Rasmi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved