Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SD
TERNYATA Otak Pembunuhan Guru SD di Toba Masih Berusia 15 Tahun, Begini Perannya
Tersangka yang menjadi otak pelaku pembunuhan guru SD di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, ternyata masih sangat belia berumur 15 tahun.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com - Tersangka yang menjadi otak pelaku pembunuhan guru SD di Toba, Sumatera Utara, ternyata masih sangat belia berumur 15 tahun.
Sosok pelaku belia itu diketahui bernama Junanda Hasibuan, dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara dua tersangka lainnya yang telah ditangkap adalah Yosef Rikki Tambunan, dan Davidson Napitupulu
Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menuturkan pembunuhan terhadap Marta boru Butarbutar berawal dari niat tersangka Junanda Hasibuan untuk mencuri di rumah korban.
Junanda Hasibuan dan Yosef Rikki Tambunan kemudian merencanakan aksi pencurian tersebut.
"Pada Minggu (23/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka JH dan YrT yang berada di dalam sebuah warnet di Kota Porsea, berniat untuk melakukan pencurian," ujar Kapolres Toba, Jumat (28/5/2021).
Setelah 2,5 jam berembuk, tepatnya pada pukul 16.30 WIB, kedua tersangka tersebut mempersiapkan siasat dan alat yang digunakan untuk mencuri.
"Pada pukul 16.30 WIB, JH dan YRT mencari dan mempersiapkan benda yang akan digunakan untuk melakukan pencurian berupa sebuah obeng dan sebuah kunci baut. Setelahnya, benda ini berada dalam penguasaan JH," sambungnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Terbongkar Alasan Kenapa Marta Butarbutar Sampai Ditikam 24 Tusukan
Pada malam hari, ketiga tersangka yakni Junanda Hasibuan, Yosef Rikki Tambunan, dan Davidson Napitupulu berkumpul di sebuah warnet dan bersiap melakukan pencurian di rumah korban.
Pada saat itu, Junanda Hasibuan mengatakan agar mereka mencuri di kampungnya Junanda Hasibuan, di Desa Lumban Lobu.
"Alasan mereka adalah di sana ada seorang guru perempuan dan hanya tinggal sendirian. Mereka memastikan bahwa di rumah tersebut ada laptop, uang dan HP serta benda-benda berharga lainnya yang bisa dicuri," terangnya.
Berselang beberapa menit, tersangka Davidson Napitupulu tiba setelah diajak melalui chat.
Ketiganya kemudian berkumpul di dalam warnet yang ada di Kota Porsea.
"Pada pukul 23.00 WIB, warnet tutup sehingga mereka pindah ke warnet yang lain yang berada di Kota Porsea juga. Dan sekitar pukul 23.30 WIB, mereka meminjam sepeda motor untuk berangkat ke lokasi pencurian, rumah korban," tuturnya.
"Pada Senin (24/5/2021), sekira pukul 01.00 WIB, mereka berangkat setelah mendapatkan sepeda motor. Tersangka YRT yang membawa sepeda motor, lalu tersangka JH membawa sebuah obeng dan kunci dalam kantong," ujarnya.
Setibanya di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba, pada Senin (24/5/2021) pukul 01.30 WIB, tersangka memarkirkan sepeda motor di jarak sekitar 500 meter. Mereka pun sudah memastikan tidak terlihat oleh warga yang melintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kasus_guru_sd_marta_butarbutar_kasus.jpg)