Menolak Berhubungan Intim Selama 15 Hari, Pria Ini Tembak Istrinya dan Buang 3 Anaknya ke Kanal
Setelah ditolak berkali-kali, tak diduga sang suami melakukan tindakan nekat hingga menyebabkan kengerian bagi istri dan tiga anaknya yang masih kecil
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Seorang istri berulang kali menolak suaminya untuk berhubungan seks.
Setelah ditolak berkali-kali, tak diduga sang suami melakukan tindakan nekat hingga menyebabkan kengerian bagi istri dan tiga anaknya yang masih kecil.
Media India melaporkan, seorang pria berusia 37 tahun ditangkap atas tuduhan pembunuhan setelah dia menembak dan membunuh istrinya.
Tak sampai di situ, dia juga membuang tiga anaknya yang masih kecil ke dalam kanal.
Hingga saat ini, jenazah ketiga anak malang tersebut belum ditemukan.
Insiden mengerian itu terjadi di desa Basedi, di Kota Muzaffarnagar, negara bagian Uttar Pradesh, India, pada 25 Mei.
Baca juga: Sudah Diselingkuhi, Hati Hancur Dicap Pengangguran, Suami Bunuh Istri Hamil 5 Bulan: Ada Pil Koplo
Baca juga: Suami Bunuh Istri dan Anaknya, Sempat Beli Bunga Rayakan Hari Perempuan Internasional Sebelum Aksi
Tersangka adalah Pappu Kumar, 37 tahun.
Pappu Kumar memiliki seorang istri yang bernama Dolly, 36 tahun.
Pernikahan pasangan itu berjalan cukup lancar dan normal.
Namun belakangan, Dolly menolak berhubungan seks dengan suaminya selama 15 hari.
Ini membuat Pappu sangat marah dan kesal.
Dalam kemarahan, pria ini dengan kejam menembak istrinya sampai mati.
Setelah membunuh istrinya, Pappu bahkan cukup kejam membunuh tiga anaknya yang masih kecil.
Mereka adalah Sonia (5 tahun), Vansh (3 tahun) dan Harshita (15 bulan).
Tiga anak itu dilempar ke kanal dekat rumah mereka oleh ayah kandungnya.
Segera setelah menemukan tubuh Dolly, tetangga segera memberitahu polisi.
Baca juga: Suami Bunuh Istri dan Sembunyikan Mayat di Bawah Ranjang, Diduga Sudah 40 Hari Tak Bernyawa
Baca juga: Ngeri Pengakuan Suami Bunuh Istri, Dugaan Selingkuhi Wanita Lain, Cekcok hingga Berujung Pembunuhan
Ketika polisi tiba di tempat kejadian, mereka menemukan Dolly telah meninggal karena kehilangan banyak darah.
Sedangkan jasad tiga anak belum ditemukan.
Polisi setempat siang dan malam mencari mayat ketiga anak yang tidak beruntung itu.
Baru sehari kemudian, tepatnya pada 26 Mei, Pappu ditangkap polisi saat bersembunyi di hutan.
Pria itu dituduh melakukan percobaan pembunuhan.
Dia juga dengan cepat mengaku membunuh istrinya dan membuang tiga anaknya ke kanal.
Deshraj Singh, petugas yang bertanggungjawab di kantor polisi mengatakan kepada Indian Express bahwa mayat ketiga korban itu belum ditemukan dari kanal.
Surat kabar The Times of India mengutip seorang pejabat polisi lain yang mengatakan, “Setelah membunuh istrinya, tersangka tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak-anaknya. Jadi dia memutuskan untuk membunuh mereka juga.”
Saat ini, polisi sedang berusaha menemukan jasad tiga anak yang hilang tersebut.
Kemudian akan mengajukan kasus tersebut ke pengadilan untuk persidangan Pappu Kumar.
Menurut The Independent, kasus kekerasan dalam rumah tangga di India telah meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir selama pandemi.
Baca juga: Seorang Pelaku Pembunuhan Ibu Guru SD di Toba Ternyata Masih Berusia 16 Tahun
Baca juga: Anjing Peliharaan Nenek Masturi Tidak Menyalak saat Malam Pembunuhan, Ini Kata Tetangga
Baca juga: Sidang Suami Bunuh Istri, Dokter Forensik: Korban Hamil dan Tewas karena Benturan di Kepala
Menurut angka resmi di India, National Commission on Women (NCW) mencatat peningkatan 2,5 kali lipat dalam jumlah pengaduan terkait kekerasan dalam rumah tangga pada April 2020.
Di seluruh dunia, kasus KDRT juga cenderung meningkat.
Menurut American Journal of Emergency Medicine dan UN Women.
Sejak merebaknya pandemi, kasus kekerasan dalam rumah tangga telah meningkat 300 persen di Hubei, China.
25 persen di Argentina, 30 persen di Siprus, 33 persen di Singapura dan 50 persen di Brazil.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suami-bunuh-istri-karena-tak-sanggup-urus1.jpg)