Menolak Berhubungan Intim Selama 15 Hari, Pria Ini Tembak Istrinya dan Buang 3 Anaknya ke Kanal

Setelah ditolak berkali-kali, tak diduga sang suami melakukan tindakan nekat hingga menyebabkan kengerian bagi istri dan tiga anaknya yang masih kecil

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Freepik
Seorang suami menembak istrinya hingga mati setelah ditolak melakukan hubungan intim selama 15 hari. Selain itu ia juga membunuh tiga anak mereka yang masih kecil. 

Segera setelah menemukan tubuh Dolly, tetangga segera memberitahu polisi.

Baca juga: Suami Bunuh Istri dan Sembunyikan Mayat di Bawah Ranjang, Diduga Sudah 40 Hari Tak Bernyawa

Baca juga: Ngeri Pengakuan Suami Bunuh Istri, Dugaan Selingkuhi Wanita Lain, Cekcok hingga Berujung Pembunuhan

Ketika polisi tiba di tempat kejadian, mereka menemukan Dolly telah meninggal karena kehilangan banyak darah.

Sedangkan jasad tiga anak belum ditemukan.

Polisi setempat siang dan malam mencari mayat ketiga anak yang tidak beruntung itu.

Baru sehari kemudian, tepatnya pada 26 Mei, Pappu ditangkap polisi saat bersembunyi di hutan.

Ilustrasi pembunuhan seorang suami terhadap istrinya karena tak sanggup urus istrinya yang sakit.
Seorang suami menembak istrinya hingga mati setelah ditolak melakukan hubungan intim selama 15 hari. Selain itu ia juga membunuh tiga anak mereka yang masih kecil. (Freepik)

Pria itu dituduh melakukan percobaan pembunuhan.

Dia juga dengan cepat mengaku membunuh istrinya dan membuang tiga anaknya ke kanal.

Deshraj Singh, petugas yang bertanggungjawab di kantor polisi mengatakan kepada Indian Express bahwa mayat ketiga korban itu belum ditemukan dari kanal.

Surat kabar The Times of India mengutip seorang pejabat polisi lain yang mengatakan, “Setelah membunuh istrinya, tersangka tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak-anaknya. Jadi dia memutuskan untuk membunuh mereka juga.”

Saat ini, polisi sedang berusaha menemukan jasad tiga anak yang hilang tersebut.

Kemudian akan mengajukan kasus tersebut ke pengadilan untuk persidangan Pappu Kumar.

Menurut The Independent, kasus kekerasan dalam rumah tangga di India telah meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir selama pandemi.

Baca juga: Seorang Pelaku Pembunuhan Ibu Guru SD di Toba Ternyata Masih Berusia 16 Tahun

Baca juga: Anjing Peliharaan Nenek Masturi Tidak Menyalak saat Malam Pembunuhan, Ini Kata Tetangga

Ilustrasi penemuan mayat
Seorang suami menembak istrinya hingga mati setelah ditolak melakukan hubungan intim selama 15 hari. Selain itu ia juga membunuh tiga anak mereka yang masih kecil. (eva.vn)

Baca juga: Sidang Suami Bunuh Istri, Dokter Forensik: Korban Hamil dan Tewas karena Benturan di Kepala

Menurut angka resmi di India, National Commission on Women (NCW) mencatat peningkatan 2,5 kali lipat dalam jumlah pengaduan terkait kekerasan dalam rumah tangga pada April 2020.

Di seluruh dunia, kasus KDRT juga cenderung meningkat.

Menurut American Journal of Emergency Medicine dan UN Women.

Sejak merebaknya pandemi, kasus kekerasan dalam rumah tangga telah meningkat 300 persen di Hubei, China.

25 persen di Argentina, 30 persen di Siprus, 33 persen di Singapura dan 50 persen di Brazil.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved