COVID Malaysia Tembus 8.000 Kasus Sehari, Rumah Sakit Siapkan Kontainer Freezer Mayat

Malaysia terus mencatatkan lonjakan kasus Covid-19 yang pada hari ini, Jumat 28 Mei pertama kali menembus angka 8.000 kasus sehari.

Editor: Tariden Turnip
facebook
COVID Malaysia Tembus 8.000 Kasus Sehari, Rumah Sakit Siapkan Kontainer Freezer Mayat . Ruangan perawatan COVID-19 penuh di kawasan Selangor 

TRIBUN-MEDAN.COM - Malaysia terus mencatatkan lonjakan kasus Covid-19 yang pada hari ini, Jumat 28 Mei pertama kali menembus angka 8.000 kasus sehari.

Jumat 28 Mei 2021, negeri jiran Malaysia mencatatkan 8.290 kasus COVID-19.

Sebelumnya selama tiga Malaysia mencatat kasus COVID-19 di atas 7.000.

Kamis 27 Mei 2021, Malaysia mencatatkan 7.857 kasus COVID-19.

Rabu 26 Mei 2021, Malaysia melaporkan 7.478 kassu baru dan Selasa 25 Mei 2021 mencatatkan 7.289 kasus.

Jumat 28 Mei 2021, saat Malaysia melaporkan 8.290 kasus baru Covid-19, angka kematian juga mencapai titik tertinggi 61 kematian.

Hingga Kamis 27 Mei 2021, Malaysia mencatat 2.491 orang meninggal akibat COVID-19.

Kontainer freezer mayat disiapkan rumah sakit Malaysia
Kontainer freezer mayat disiapkan rumah sakit Malaysia (twitter)

Kini rumah sakit Malaysia bersiap menghadapi lonjakan pasien Covid-19 yang meninggal.

Hospital Selayang menjadi rumah sakit kedua di Malaysia yang menyediakan kontainer freezer untuk jasad pasien Covid-19.

Sebelumnya  Hospital Sungai Buloh dilaporkan menggunakan dua kontainer freezer mayat Covid-19.

"Selepas Hospital Sungai Buloh, tiba giliran Hospital Selayang pula terpaksa menyediakan kontainer freezer jenazah/mayat Covid-19.

"Kontainer freezer yang disediakan Unit Perubatan Forensik Hospital Selayang ini boleh menampung 20 jenazah tambahan," kata Kementerian Kesehatan dalam satu pernyataan Kamis malam.

Kerajaan Gagal

Memburuknya kasus COVID-19 di Malaysia dianggap warganya karena pemerintah yang salah langkah.

Selama berminggu-minggu tagar yang ramai di Twitter itu digunakan oleh orang Malaysia untuk menyuarakan kemarahan mereka.

"Kapal (negara) kami tenggelam. Kapten (pemerintah) tidak dapat dihubungi," komentar salah satu pengguna Twitter pada video akhir pekan lalu yang menggunakan tagar #KerajaanGagal, atau 'pemerintahan yang gagal.'

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved