Pembunuh Guru SD Ditangkap

Seorang Pelaku Pembunuhan Ibu Guru SD di Toba Ternyata Masih Berusia 16 Tahun

Dua pelaku pembunuhan guru SD di Toba Martha Elisabeth Butarbutar sudah berhasil ditangkap oleh aparat tim gabungan Polda Sumut dan Polres Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Dua tersangka pembunuh guru SD Marta Lena Butarbutar ditangkap oleh polisi di Medan. Saat ini mereka telah dibawa ke Kantor Polres Toba. 

Dari amatan www.tribun-medan.com, kedua tersangka ini memiliki rajahan tato di masing-masing tubuhnya.

Polisi masih mendalami lebih lanjut laporan lain terkait kedua tersangka ini.

Karena kaki kedua tersangka ditembak, Ricky dan Davidson terlihat meringis kesakitan.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil visum dan autopsi, ada 24 luka tusukan yang dialami korban. Menurut Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir, ke-24 luka tikam itu berada di areal kepala hingga tubuh.

Adapun rinciannya 5 luka tusuk di bagian perut, 2 di bagian payudara, 1 di bagian ketiak, 1 lengan kiri, 1 di persendian lengan bahu, 1 di bagian sayap punggung.

Kemudian, 2 luka tikam pada lengan kiri luar, 1 pada pergelangan tangan kiri, 1 punggung kiri, 1 punggung tengah, 1 punggung tengah bawah, 1 bagian leher belakang.

Lalu, 1 luka tikam pada bagian rahang kiri, 2 di bagian pipih cekat daun telinga, 1 di bagian atas telinga kiri, 1 di bagian kepala pada dahi kiri, dan 1 di bagian pergelangan tangan kanan.

Duka Keluarga Korban

Kepergian Martha Elisabeth Butarbutar menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. 

Mereka tak menyangka bahwa guru SD Negeri 173599 Lumban Lobu ini meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Baca juga: Dua Pembunuh Guru SD Toba Ditangkap, Kini Polisi Buru Otak Pembunuhan

Selama ini, Martha Elisabeth Butarbutar dikenal sebagai pribadi yang ramah dan murah senyum.

"Kami tinggal bersama ito ini sudah delapan atau sembilan tahun. Selama itu pula dia selalu bersikap ramah," kata Tulus Butarbutar di rumah duka Dusun I, Desa Lumban Lobu, Selasa (25/5/2021).

Di rumah duka, sejumlah pelayat yang terdiri dari keluarga dan masyarakat berkumpul.

Sanak keluarga korban tampak menangis terisak-isak sambil meracau mengingat kenangan manis bersama Martha Elisabeth Butarbutar.

Mereka meratapi jenazah Martha Elisabeth Butarbutar yang sudah kaku di peti mati. 

"Dia ini orang yang mudah bergaul. Kami sangat terpukul sekali atas kepergiannya," lanjut Tulus berurai air mata.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved