Breaking News

TERNYATA 3 Peneliti Virus China Alami Gejala seperti COVID, Sebelum Pandemi Meledak di China

Tiga peneliti Institut Virologi Wuhan mencari perawatan di rumah sakit pada November 2019, sebulan sebelum Virus SARS-CoV-2 menjadi bencana mematikan.

Editor: Tariden Turnip
HECTOR RETAMAL/AFP
TERNYATA 3 Peneliti Virus China Alami Gejala seperti COVID, Sebelum Pandemi Meledak di China. Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. (HECTOR RETAMAL/AFP) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pandemi Covid-19 sudah merenggut nyawa 3,49 juta nyawa manusia, namun hingga kini belum diketahui dari mana virus mematikan ini berasal.

Dunia hanya tahu virus SARS-CoV-2, singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2, pertama kali muncul Desember 2019 di Wuhan, China.

Pihak berwenang di sana bersikeras Virus SARS-CoV-2 kemungkinan menyebar ke manusia dari produk di pasar hewan.

Setelah itu virus SARS-CoV-2 menyebar ke seluruh dunia dan menjadi pandemi paling mematikan dalam sejarah dunia.

Karena pertama kali terdeteksi di Wuhan, kecurigaan asal usul Virus SARS-CoV-2 dari Wuhan terus mengemuka.

Tim WHO mengunjungi Laboratorium Virus Wuhan
Tim WHO mengunjungi Laboratorium Virus Wuhan (reuters)

Apalagi di Wuhan ada Institut Virologi Wuhan, tempat penelitian beragam virus dunia yang sangat rahasia.

Terbaru terungkap tiga peneliti Institut Virologi Wuhan mencari perawatan di rumah sakit pada November 2019, sebulan sebelum Virus SARS-CoV-2 menjadi bencana mematikan di kota ini. 

Informasi ini diungkap Wall Street Journal edisi Minggu mengutip laporan intelijen AS.

Laporan intelijen ini dikeluarkan pada hari-hari terakhir pemerintahan Trump, yang mengatakan bahwa beberapa peneliti Institut Virologi Wuhan jatuh sakit pada musim gugur 2019 “dengan gejala yang konsisten dengan Covid-19 dan penyakit musiman yang umum. "

Saat diminta menanggapi informasi ini, Kementerian Luar Negeri China mengatakan tim penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia pada Februari menyimpulkan bahwa virus itu tidak mungkin dimulai dengan kebocoran dari Institut Virologi Wuhan.

"AS terus mempromosikan teori kebocoran laboratorium," kata kementerian itu kepada WSJ.

“Apakah itu benar-benar peduli tentang melacak sumber atau mencoba mengalihkan perhatian?”

Namun juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS tidak akan mengomentari laporan WSJ, tapi menekankan Amerika terus memiliki "pertanyaan serius tentang hari-hari awal pandemi COVID-19, termasuk asal-usulnya di Republik Rakyat China," lapor Reuters.

''AS bekerja dengan WHO untuk mengevaluasi asal-usul virus dengan cara "yang bebas dari campur tangan atau politisasi," katanya.

Suasana di satu krematorium di India
Suasana di satu krematorium di India (afp)

“Kami tidak akan membuat pernyataan yang merugikan studi WHO yang sedang berlangsung ke dalam sumber SARS-CoV-2, tetapi kami telah menjelaskan bahwa teori yang masuk akal dan secara teknis dapat dipercaya harus dievaluasi secara menyeluruh oleh para ahli internasional,” kata juru bicara itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved