Vaksin Ilegal
Dua Oknum Dokter yang Terlibat Jual Beli Vaksin Ilegal Tak Cuma Ditangani Polisi tapi Juga IDI
Dua oknum dokter yang terlibat dalam penjualan vaksin Covid-19, yang berstatus tersangka di Mapolda Sumut masih berprofesi sebagai dokter.
Terlibat Penjualan Vaksin, Dua Dokter bakal Diperiksa Kode Etik
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua oknum dokter yang terlibat dalam penjualan vaksin Covid-19, yang berstatus tersangka di Mapolda Sumut masih berprofesi sebagai dokter.
Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap praktik jual beli vaksin Covid-19 ilegal di Sumut.
Praktik ini dibongkar setelah polisi menerima informasi ada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di salah satu perumahan mewah di Medan.
Dari pengungkapan itu, sebanyak empat tersangka ditangkap, yakni SW seorang agen properti.
Kemudian dua orang dokter berinisial IW dan KS serta seorang ASN Dinas Kesehatan Sumut berinisial SH.
Para tersangka diketahui jika mereka telah melakukan sebanyak 15 kali penjualan vaksin Covid-19 secar ilegal ini.
Vaksin tersebut juga sudah disuntikkan kepada sebanyak 1.085 orang dan menghasilkan keuntungan mencapai Rp 271,25 juta.
Vaksin yang diperjualbelikan itu sebenarnya diperuntukkan bagi petugas dan narapidana di lembaga pemasyarakatan yang ada di Sumut.
Namun karena ulah keempat tersangka, vaksin itu justru disuntikkan kepada warga kompleks perumahan elite yang sejatinya juga akan mendapatkan giliran vaksinasi secara gratis dari pemerintah.
Terkait dugaan keterlibatan dua oknum dokter itu, dikabarkan akan dilakukan pemeriksaan kode etik yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut).
Ketua IDI Sumut Edy Ardiyansyah mengatakan, dalam proses hukum kepada kedua dokter tersebut sudah di tangan Polda Sumut.
Namun IDI saat ini masih menunggu perkembangan proses hukum yang menjerat keduanya.
"Saat ini proses hukum dengan indikasi penjualan vaksin Covid-19 masuk ke tindak pidana korupsi. Kami saat ini menunggu proses yang sedang berlangsung di Polda Sumut," ujar Edy.
Lanjutnya, terkait dengan profesi keduanya sebagai dokter, IDI akan melakukan pemeriksaan etik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-idi-sumut-edy-ardiansyah-saat-ditemui-awak-media_vaksin-ilegal.jpg)